BERITA TERKINI
PKM UNY Latih KWT Widji Dadi Sleman Olah Pangan Lokal Jadi Kudapan Bernilai Jual

PKM UNY Latih KWT Widji Dadi Sleman Olah Pangan Lokal Jadi Kudapan Bernilai Jual

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Widji Dadi di Padukuhan Kutu Tegal, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal seperti singkong, pisang, jagung, dan ubi ungu agar dapat diolah menjadi produk kuliner bernilai jual lebih tinggi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Penugasan Guru Besar UNY, Prof. Dr. Dra. Marwanti, M.Pd., menyampaikan bahwa bahan pangan lokal di Sleman tergolong melimpah, namun kerap diolah secara sederhana sehingga nilai ekonominya terbatas. Melalui inovasi tata boga, bahan-bahan tersebut dinilai dapat ditransformasikan menjadi kudapan yang lebih kompetitif di pasar.

Pelatihan bertajuk Optimalisasi Potensi Komoditas Lokal itu berlangsung selama dua hari, Kamis (30/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026), dan diikuti 25 anggota KWT Widji Dadi. Fokus kegiatan adalah pengolahan singkong, pisang, jagung, dan ubi ungu menjadi kudapan modern yang higienis, menarik, serta memiliki daya saing.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai produk, antara lain Madusari singkong, Domino singkong, stik singkong, donat ubi ungu, schotel, keripik pisang aneka rasa, serta talam ubi ungu.

Marwanti menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik pengolahan, tetapi juga penyusunan resep, penerapan standar keamanan dan higienitas pangan, perhitungan harga pokok penjualan (HPP), hingga teknik pengemasan agar produk lebih kompetitif.

Selain pelatihan, Tim PKM UNY juga menyerahkan bantuan sarana produksi berupa kompor gas standar industri, pengukus berbahan stainless steel, wajan baja anti-lengket, serta berbagai cetakan kue untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran produk KWT.

Tim PKM dipimpin Prof. Marwanti bersama dosen Tata Boga UNY Prihastuti Ekawatiningsih, M.Pd., dan Tri Murhanjati Sholihah, M.Pd., serta mahasiswa Mau'idhatun Nashuha, Alifia Azzahra K., Reza Octavianti, Syifa Nabilla A., dan Chafidhoturrohmah.

Ketua KWT Widji Dadi, Retno Setyomurti, menyambut baik program tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberi bekal bagi anggota untuk merintis usaha kuliner rumahan berbasis pangan lokal, termasuk pemahaman cara menjual produk secara offline maupun online.

Program ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama tentang pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi perempuan. UNY berharap rintisan usaha kuliner KWT Widji Dadi dapat berkembang berkelanjutan dan menjadi contoh bagi kelompok wanita tani lainnya di Yogyakarta.