Pizza Gaza melanjutkan strategi ekspansi untuk memperkuat pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan membangun jaringan pemasaran dan kemitraan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Perusahaan tersebut juga mengusung model bisnis yang diklaim mampu menciptakan peluang ekonomi sekaligus memberi manfaat sosial bagi masyarakat di berbagai daerah.
Dalam kurun sekitar dua tahun, Pizza Gaza berkembang menjadi ekosistem bisnis sosial yang melibatkan reseller, pekerja dari kelompok masyarakat kurang mampu, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Saat ini, sekitar 90 persen penjualan Pizza Gaza ditopang jaringan reseller yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Model berbasis reseller itu dirancang untuk membuka peluang penghasilan lebih luas dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menjalankan usaha dengan menjual produk Pizza Gaza tanpa harus membangun bisnis dari awal. Selain jaringan reseller, layanan pengiriman juga menjadi salah satu pilar penting dalam operasional perusahaan.
Ke depan, Pizza Gaza menyatakan ingin memperluas jangkauan pasar, termasuk membidik wilayah Kalimantan dan Sumatra sebagai bagian dari rencana ekspansi.