BERITA TERKINI
Pilihan Daun dan Bahan Alami yang Kerap Dipakai untuk Meredakan Kesemutan, serta Cara Mengolahnya

Pilihan Daun dan Bahan Alami yang Kerap Dipakai untuk Meredakan Kesemutan, serta Cara Mengolahnya

Kesemutan merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama setelah duduk terlalu lama atau ketika saraf tertekan. Pada banyak kasus, kondisi ini tidak berbahaya, namun kesemutan yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas dan perlu diwaspadai.

Dalam pengobatan tradisional, sejumlah daun dan bahan herbal kerap digunakan untuk membantu meredakan kesemutan, terutama karena dikaitkan dengan efek antiinflamasi dan dukungan terhadap sirkulasi darah. Berikut rangkuman jenis daun yang sering disebut, bahan alami lain yang digunakan, serta cara pengolahannya.

Jenis daun yang kerap digunakan untuk kesemutan

Daun sirih
Daun sirih disebut mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat membantu melancarkan peredaran darah dan meredakan kesemutan. Dalam praktik tradisional, daun ini juga digunakan untuk berbagai keluhan yang berkaitan dengan saraf.

Daun salam
Selain sebagai bumbu masakan, daun salam disebut memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melancarkan aliran darah.

Daun sambiloto
Sambiloto dikenal kaya antioksidan dan disebut memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan gejala kesemutan akibat gangguan saraf.

Daun mint
Daun mint kerap digunakan karena efek menenangkan dan membantu meredakan rasa tidak nyaman pada saraf. Aromanya juga dianggap memberi efek relaksasi.

Daun kelor
Daun kelor mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk zat besi yang dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi darah, sehingga kerap dipilih untuk membantu mengatasi kesemutan.

Daun pegagan (Centella asiatica)
Pegagan telah lama digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan tradisional Indonesia. Daun ini kerap dikaitkan dengan upaya meningkatkan fungsi saraf dan membantu melancarkan aliran darah.

Daun kemangi
Kemangi dikenal beraroma khas dan disebut memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi yang dapat membantu meredakan kesemutan.

Kesemutan dalam istilah medis
Kesemutan dikenal sebagai parestesia, yakni sensasi tidak biasa seperti mati rasa, geli, atau tertusuk-tusuk pada kulit. Keluhan ini lebih sering muncul di tangan atau kaki, namun juga bisa terjadi di area wajah, misalnya akibat tekanan saraf atau masalah kesehatan tertentu.

Bahan alami lain yang juga digunakan

Jahe (Zingiber officinale)
Jahe dikenal sebagai bahan dengan sifat antiinflamasi dan dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi darah. Jahe dapat dinikmati sebagai minuman hangat, atau digunakan sebagai minyak jahe yang dioleskan pada kaki sambil dipijat perlahan untuk membantu mengurangi kebas.

Lidah buaya (Aloe vera)
Gel lidah buaya dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan kerap digunakan untuk membantu mengurangi kebas. Cara pakainya: ambil gel segar dari daun lidah buaya, oleskan merata pada kaki, diamkan 15–20 menit, lalu bilas hingga bersih.

Kunyit (Curcuma longa)
Kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Kunyit dapat ditambahkan ke masakan harian atau dibuat menjadi minuman kunyit hangat.

Kayu manis (Cinnamomum verum)
Kayu manis disebut memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu melancarkan peredaran darah. Penggunaannya antara lain dengan menambahkannya ke dalam teh atau mengonsumsinya sebagai suplemen harian.

Minyak esensial lavender
Lavender kerap digunakan untuk membantu merilekskan otot dan meningkatkan sirkulasi darah. Cara penggunaan: campurkan beberapa tetes minyak lavender dengan minyak pelarut (misalnya minyak kelapa), lalu gunakan untuk memijat kaki dengan lembut.

Apa kata riset: kesemutan tidak selalu sekadar saraf tertekan

Kesemutan tidak hanya berkaitan dengan tekanan saraf. Keluhan ini juga dapat menjadi tanda gangguan kesehatan seperti diabetes, carpal tunnel syndrome, atau defisiensi vitamin B12. Mengutip laporan dari Universitas Gadjah Mada, gejala kebas, mati rasa, dan kesemutan dapat menjadi tanda neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat diabetes. Dalam kondisi tersebut, kebas dapat muncul terus-menerus, sedangkan kesemutan dan rasa seperti tersetrum umumnya datang dan hilang.

Panduan cara mengolah dan menggunakan bahan alami

1) Rebusan daun
Pilih salah satu jenis daun, misalnya daun salam atau daun kelor. Cuci bersih segenggam daun, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan diminum rutin satu kali sehari.

2) Kompres daun
Tumbuk halus daun, misalnya daun sirih atau daun pegagan, hingga mengeluarkan sari. Tempelkan pada area yang kesemutan, balut dengan kain bersih, diamkan 15–20 menit, lalu bilas.

3) Minuman herbal
Daun mint atau kemangi dapat diseduh seperti teh. Madu atau lemon bisa ditambahkan untuk menambah rasa. Minum saat hangat.

4) Minyak herbal
Campurkan daun seperti sambiloto atau daun salam dengan minyak kelapa. Panaskan campuran tersebut, lalu biarkan dingin. Oleskan pada area yang kesemutan sambil dipijat perlahan.

5) Salep herbal
Daun pegagan dapat diolah menjadi salep dengan mencampurkannya ke dalam petroleum jelly. Salep digunakan pada area yang sering kesemutan untuk membantu meredakan gejala.

6) Mandi rebusan daun atau rendaman kaki
Rebus beberapa jenis daun, seperti daun sirih atau daun kelor, dalam air yang cukup banyak. Air rebusan digunakan untuk mandi atau merendam kaki guna membantu melancarkan peredaran darah.

Kapan perlu mencari bantuan medis

Bahan alami kerap dipakai sebagai upaya meredakan keluhan, namun kesemutan yang tidak kunjung mereda sebaiknya dikonsultasikan ke dokter umum atau dokter spesialis agar penyebabnya dapat ditelusuri dan mendapat penanganan yang tepat.