Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui manajemen baru Perumdam Semeru mulai menata ulang arah bisnis perusahaan daerah tersebut di tengah kondisi keuangan yang belum sepenuhnya pulih. Penataan dilakukan saat belum ada penyertaan modal pada awal tahun anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Perumdam Semeru, Maulana Haqiqi, mengatakan fokus awal perusahaan diarahkan pada bisnis distribusi pasir. Skema ini dipilih karena dinilai tidak membutuhkan modal besar, risikonya relatif rendah, serta mampu menjaga arus kas perusahaan tetap berjalan.
Maulana menjelaskan, perusahaan mengambil pasir dari stockpile, kemudian mencari pasar dan mengirimkannya ke batching plant, pabrik, serta kebutuhan industri lainnya. Ia menyebut pembayaran dalam skema tersebut dapat dilakukan tiga hari sekali.
Menurutnya, keuntungan dari distribusi pasir tidak terlalu besar, namun bersifat berkelanjutan. Dalam kondisi perusahaan saat ini, manajemen menilai kesinambungan pendapatan menjadi faktor penting untuk memastikan Perumdam Semeru dapat bertahan, memperoleh keuntungan secara konsisten, dan menjaga stabilitas keuangan sebagai dasar pengembangan usaha berikutnya.
Selain distribusi pasir, Perumdam Semeru juga menjalankan bisnis distribusi pupuk yang akan terus diperkuat. Di Kabupaten Lumajang terdapat delapan distributor pupuk dan Perumdam Semeru menjadi salah satunya. Namun, keterbatasan kuota masih menjadi tantangan yang akan diupayakan solusinya oleh manajemen.
Dalam rencana jangka menengah, manajemen membuka peluang pengembangan usaha distribusi komoditas lain seperti gula, micin, dan kebutuhan pokok lainnya. Maulana menyebut posisi Perumdam Semeru sebagai perusahaan daerah dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring dan dukungan pemerintah, termasuk menjalin kerja sama berbasis Delivery Unit (DU) serta sistem bagi hasil dengan mitra usaha, menyesuaikan kondisi perusahaan saat ini.
Di luar aspek bisnis, manajemen baru juga membawa visi transformasi perusahaan daerah yang modern dan berbasis teknologi. Salah satu gagasan yang ingin diwujudkan adalah sistem distribusi pasir berbasis digital yang mudah diakses masyarakat, termasuk dari luar daerah. Ke depan, pembeli diharapkan dapat mengakses platform daring resmi, membagikan titik lokasi pengiriman, dan memperoleh informasi harga secara transparan.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab untuk menyehatkan kembali perusahaan daerah yang masih dalam kategori sakit. Ia menyatakan pemerintah memberikan waktu dan kepercayaan kepada manajemen baru untuk bekerja dan membuktikan hasilnya, dengan keyakinan Perumdam Semeru dapat menjadi perusahaan daerah yang sehat.

