Pemerintah menempatkan penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai salah satu program prioritas bidang kesehatan. Langkah ini didorong oleh meningkatnya prevalensi PTM yang berimbas pada beban biaya kesehatan dan kenaikan angka kematian, termasuk di Bali dan Kabupaten Gianyar.
Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar—yang dikenal sebagai desa tujuan wisata—juga menghadapi persoalan PTM beserta faktor risikonya. Di wilayah ini ditemukan masalah seperti obesitas, kadar kolesterol darah tinggi, serta pola makan yang belum menerapkan gizi seimbang.
Tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Denpasar, yakni Dr. Ni Komang Wiardani, SST., M.Kes., A.A. Nanak Antarini, SST., M.P., dan IGA. Sri Dhyanaputri, SKM., MPH., kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Guwang pada Kamis (6/8/2026).
Ketua tim pengabdi, Ni Komang Wiardani, menyampaikan hasil penelitian dan kajian awal di Desa Guwang menunjukkan 38,9% warga memiliki status gizi lebih dan mengalami obesitas sentral. Selain itu, 28,1% tercatat memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi di atas 200 mg/dl.
Dari sisi pola makan, Wiardani menilai sebagian warga masih belum menerapkan prinsip gizi seimbang. Konsumsi makanan tinggi kolesterol, seperti lawar dan sate babi, masih banyak dijumpai baik dari pedagang di sepanjang jalan desa maupun saat pelaksanaan upacara adat. Ia juga menyebut mulai muncul warung-warung yang menjual makanan siap saji.
Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan PTM penting dilakukan melalui penerapan gaya hidup sehat. Dalam konteks Desa Guwang, upaya tersebut memanfaatkan kearifan lokal sistem banjar, yakni pola pengorganisasian kegiatan masyarakat Bali melalui wadah banjar yang melibatkan tokoh masyarakat, organisasi sosial, dan krama banjar dengan ketentuan atau awig-awig di masing-masing banjar. Kegiatan umumnya dikoordinasikan oleh kelian banjar atau kelian adat.
Berdasarkan temuan masalah PTM dan faktor risikonya, pengabdian masyarakat diarahkan pada pemberdayaan unsur masyarakat seperti kelian banjar/adat, organisasi PKK, kader posyandu/posbindu, serta keluarga (krama banjar). Poltekkes Kemenkes Denpasar memandang institusi pendidikan kesehatan memiliki kewajiban membantu mengatasi persoalan kesehatan di masyarakat.
Kegiatan pencegahan PTM di Desa Guwang dilaksanakan melalui pembinaan wilayah berkelanjutan oleh dosen dan mahasiswa, serta dikolaborasikan dengan pelayanan posyandu dalam integrasi layanan primer yang rutin berlangsung setiap bulan di masing-masing banjar.
Program ini bertujuan mencegah dan mengurangi risiko PTM dengan memperkuat peran masyarakat melalui pemeriksaan indikator kesehatan sebagai deteksi dini PTM, peningkatan pengetahuan melalui edukasi gizi dan kesehatan, peningkatan keterampilan kader dan keluarga lewat pelatihan menu seimbang, serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat melalui aktivitas fisik dan penerapan menu seimbang di tingkat keluarga.
Sasaran kegiatan berjumlah 65 orang yang terdiri dari kelian banjar, anggota PKK, kader posyandu/posbindu, dan anggota keluarga. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan, senam bersama untuk meningkatkan aktivitas fisik, edukasi gizi, serta demonstrasi menu makanan bergizi seimbang bagi keluarga. Tim pengabdi menyatakan masyarakat menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung.
Melalui rangkaian pengabdian masyarakat ini, diharapkan upaya pencegahan PTM di Desa Guwang dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat di setiap banjar.