BERITA TERKINI
Penerapan Gizi Seimbang di Kantin Sekolah Dinilai Penting untuk Pola Makan Sehat Sejak Dini

Penerapan Gizi Seimbang di Kantin Sekolah Dinilai Penting untuk Pola Makan Sehat Sejak Dini

Penerapan gizi seimbang di kantin sekolah dipandang sebagai langkah penting untuk membentuk pola makan sehat sejak usia dini. Setiap hari, ratusan siswa mengonsumsi jajanan dari kantin, sehingga kualitas menu yang tersedia berpengaruh terhadap pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Karena itu, diperlukan upaya nyata untuk menghadirkan makanan yang bergizi sekaligus aman di lingkungan sekolah.

Dalam buku Gizi Seimbang dan Kantin/Jajanan Sehat di Sekolah Dasar yang disusun Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek, penerapan gizi seimbang di sekolah disebut mendukung tumbuh kembang anak serta membantu menjaga daya tahan tubuh. Menu yang seimbang juga dikaitkan dengan peningkatan daya pikir, semangat belajar, hingga prestasi siswa.

Meski demikian, penerapan gizi seimbang menghadapi tantangan di tengah tren konsumsi makanan cepat saji yang tinggi. Banyak anak cenderung memilih jajanan yang kurang sehat, terutama pada siswa sekolah dasar yang umumnya menyukai makanan gurih dan berwarna mencolok.

Dari sisi kesehatan dan pembelajaran, siswa yang mendapatkan asupan seimbang disebut cenderung lebih fokus saat belajar. Pemenuhan gizi yang cukup juga dinilai dapat mengurangi risiko kelelahan, anemia, serta infeksi.

Penerapan gizi seimbang di kantin sekolah pada dasarnya berarti memastikan asupan harian siswa mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan. Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek menekankan pentingnya variasi bahan pangan di kantin agar kebutuhan gizi siswa dapat tercapai. Variasi menu tidak hanya meningkatkan selera makan, tetapi juga membantu menjaga asupan nutrisi dalam jangka panjang.

Dalam komposisi menu, kantin dianjurkan menyediakan sumber karbohidrat seperti nasi atau roti, protein hewani dan nabati seperti telur, tempe, dan tahu, lemak sehat, serta sayur dan buah-buahan.

Selain kandungan gizi, pengelolaan kantin juga menempatkan kebersihan sebagai faktor kunci. Makanan yang disajikan perlu memenuhi standar higienitas, mulai dari pengolahan hingga penyajian. Penerapan kebersihan mencakup penggunaan bahan baku segar, alat makan yang bersih, serta penyimpanan makanan yang sesuai.

Edukasi dinilai turut menentukan keberhasilan penerapan gizi seimbang. Berdasarkan panduan Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek, edukasi gizi di sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa memahami cara memilih pangan yang baik. Sosialisasi dapat dilakukan melalui poster, aktivitas kelas, atau pelatihan bagi penjual, sebagai bagian dari upaya membangun budaya makan sehat di sekolah.