Pendiri Kaku Food Cerita Bangkit dari Kegagalan hingga Kelola Tujuh Cabang di Makassar

Pendiri Kaku Food Cerita Bangkit dari Kegagalan hingga Kelola Tujuh Cabang di Makassar

MAKASSAR—Kegagalan dalam bisnis kerap menjadi bagian dari perjalanan wirausaha. Hal itu dialami Khalid Abdul Rahman, pendiri merek jajanan Kaku Food, yang kini dikenal di Makassar dan telah mengelola tujuh cabang.

Khalid menuturkan, usaha yang ia rintis sempat berhenti hanya dalam waktu satu bulan. Saat itu, ia mengakui belum mempersiapkan bisnisnya secara matang.

“Saat itu saya tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Saya terlalu berfokus pada pemasaran dan tidak melakukan riset terlebih dahulu, sehingga produk yang saya tawarkan minim peminat,” ujarnya mengenang masa awal merintis usaha.

Mulai Lagi pada Akhir 2019

Belajar dari pengalaman tersebut, Khalid kembali menghadirkan Kaku Food pada akhir 2019. Ia menyebut, kali ini ia menekankan perencanaan strategis dengan lima pilar penting dalam membangun bisnis, yakni aspek finansial, produk, personalia, pemasaran, serta riset dan pengembangan.

Ekspansi Justru Saat Pandemi

Khalid juga menceritakan bahwa Kaku Food berkembang setelah pandemi masuk ke Indonesia. Di saat sejumlah pelaku usaha terdampak pembatasan mobilitas dan menurunnya daya beli, Kaku Food justru melakukan ekspansi hingga memiliki tujuh cabang di Makassar.

Menurutnya, kunci bertahan di masa pandemi adalah fleksibilitas dalam menghadapi perubahan. Ia menilai penguatan ekosistem digital—mulai dari media sosial, pemesanan online, hingga pembayaran digital—menjadi hal krusial bagi pelaku usaha.

“Utamanya untuk bisnis UMKM, yang dibangun dengan modal tidak terlampau besar, harus bisa fleksibel dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Jika kita amati situasi pandemi ini, semakin banyak masyarakat yang beralih ke hal-hal yang serba online, termasuk dalam penggunaan dompet digital seperti ShopeePay untuk bertransaksi,” kata Khalid.

Ia menambahkan, konsumen juga mempertimbangkan keuntungan dari program cashback. “Selain praktis dan lebih aman karena mengurangi kontak langsung, konsumen juga mencari keuntungan lebih dari program cashback yang ditawarkan,” ujarnya.

Pembayaran Digital dan Disiplin Finansial

Khalid berpendapat, penggunaan pembayaran digital membantu pelaku usaha pemula dalam membangun disiplin finansial dan memperluas visibilitas bisnis. Ia menyebut promo yang tersedia dapat menjadi insentif bagi konsumen, sementara pencatatan transaksi menjadi lebih mudah.

“Beragam promo yang dihadirkan oleh ShopeePay menjadi sebuah insentif yang menarik konsumen untuk bertransaksi di gerai kami. Selain itu, ShopeePay juga sangat memudahkan proses pencatatan transaksi, sehingga pegiat usaha dapat mengontrol uang yang masuk dan keluar,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi. “Ini merupakan hal yang mendasar dan sangat penting bagi pegiat usaha pemula, seperti halnya disiplin dalam memisahkan rekening usaha dan rekening pribadi agar tidak merugi,” kata Khalid.

Target Pengembangan Kaku Food

Ke depan, Khalid berharap Kaku Food dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, dengan fokus memperkuat eksistensi di Makassar terlebih dahulu.

Dalam catatan usahanya, Kaku Food bergabung sebagai merchant ShopeePay sejak 2020, dan pernah menjadi perwakilan merchant favorit Makassar dalam acara media gathering “ShopeePay Semangat Usaha Lokal Makassar” pada 6 Juli 2021.

Cabang dan Menu

Kaku Food disebut telah memiliki tujuh cabang yang tersebar di Makassar, yakni area Pongtiku, Manggala, Tamalanrea, Daya, Tamalate, Cendrawasih, dan Panakkukang.

Setiap hari, Kaku Food dapat menjual hingga ratusan porsi menu jajanan. Beberapa menu yang disebut antara lain:

  • Pisang Coklat
  • Pangsit Goreng
  • Tahu Bakso
  • Cireng
  • Bakso Goreng

Selain menu tersebut, Kaku Food juga menawarkan pilihan sambal, yakni sambal rujak, sambal monster, dan sambal kacang.