BERITA TERKINI
Pempek Mamimo, Usaha Kuliner Pempek Palembang dari Samarinda yang Menjangkau Luar Daerah

Pempek Mamimo, Usaha Kuliner Pempek Palembang dari Samarinda yang Menjangkau Luar Daerah

Pempek, olahan ikan tenggiri khas Palembang, masih menjadi salah satu makanan yang digemari hingga kini. Cita rasa gurih dan teksturnya yang khas membuat pempek tetap memiliki tempat di kalangan pencinta kuliner.

Dari ketertarikan pribadi untuk menikmati pempek, Amadea Theresia kemudian mencoba membuatnya sendiri di rumah. Kegemarannya terhadap makanan tersebut berkembang menjadi gagasan membuka usaha kuliner bernama Pempek Mamimo, terutama karena ia merasa sulit menemukan pempek yang sesuai seleranya di Samarinda.

Untuk memantapkan keterampilan, Dea memutuskan belajar langsung melalui kursus membuat pempek selama satu minggu di Jakarta. Ia mengikuti pelatihan bersama instruktur asli Palembang yang telah berpengalaman di bidang kuliner. Dari pelatihan itu, Dea mempelajari pemilihan bahan dasar, teknik pengolahan adonan, serta cara menjaga kualitas agar rasa dan tekstur pempek tetap konsisten.

Nama Pempek Mamimo terinspirasi dari putrinya, Moana. Dea, yang merupakan ibu dari satu anak, menceritakan bahwa Moana biasa memanggilnya “Mama” atau “Mami”. Panggilan itu kemudian dirangkai menjadi “Maminya Moana” dan disingkat menjadi Mamimo, yang kini digunakan sebagai identitas produk.

Meski baru berjalan kurang dari satu tahun, Pempek Mamimo disebut telah memiliki pelanggan dari berbagai daerah. Pesanan tidak hanya datang dari sekitar Samarinda, tetapi juga dari konsumen di Jawa Tengah dan Bali. Dea mengaku senang dengan respons tersebut karena seluruh produk dibuat dengan teliti dan sungguh-sungguh.

Dea menekankan keunikan Pempek Mamimo terletak pada rasa, tekstur, serta proses pembuatan yang dilakukan dengan penuh perhatian dan mengikuti standar kualitas yang ia pelajari. “Awalnya karena keinginan kuat, lalu saya coba buat sendiri,” ujar Dea saat menjadi narasumber di program Santai Siang RRI Pro 2 Samarinda, Rabu, 15 Januari 2026.

Pempek Mamimo menawarkan beberapa varian yang menjadi favorit pelanggan, yakni pempek lenjer, pempek adaan, dan pempek kulit. Seluruhnya dibuat menggunakan ikan tenggiri segar untuk menjaga aroma dan rasa tetap kuat.

Pempek lenjer berbentuk memanjang seperti silinder, dengan tekstur padat namun tetap lembut saat digigit. Varian ini menjadi salah satu pilihan utama karena mudah dinikmati berbagai usia. Sementara pempek adaan berbentuk bulat menyerupai bakso, dengan tekstur lebih lembut dan rasa gurih.

Adapun pempek kulit menjadi varian yang banyak disukai karena karakter rasanya yang berbeda. Bentuknya pipih menyerupai perkedel, dengan aroma lebih kuat serta tekstur renyah di bagian luar.

Seperti pempek pada umumnya, sajian ini disantap bersama cuko, kuah khas Palembang berwarna gelap dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Dea menyebut cuko buatan Pempek Mamimo diracik agar rasanya seimbang dan tidak terlalu tajam, setelah melalui berbagai percobaan. Ia juga menyampaikan keinginan untuk mengembangkan varian cuko yang lebih beragam agar pembeli memiliki pilihan sesuai selera.