Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Festival Kreasi Makanan dan Minuman berbahan pangan lokal. Kegiatan ini diisi dengan beragam agenda, antara lain bazar produk olahan ikan dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), sosialisasi pengembangan potensi bahan baku lokal oleh narasumber dari Provinsi Jawa Timur, sosialisasi marketing kemasan dan penampilan produk, serta Gerakan Pangan Murah.
Festival tersebut diikuti anggota TP PKK tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Probolinggo, pelaku UMKM, serta pengusaha kafe dan restoran. Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah kompetisi kreasi makanan dan minuman berbahan pangan lokal yang diikuti 29 peserta.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan, serta Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani meninjau langsung jalannya kompetisi. Para peserta menyajikan aneka olahan makanan dan minuman dengan tema “Kreasi Pangan Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat, Mandiri, Berdaya Saing, dan Mendukung Pariwisata Kota Probolinggo.”
Usai peninjauan, dr. Evariani bersama Chef Jo dari Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Resto menggelar demo memasak (live cooking) ikan fillet yang dikreasikan sesuai selera anak-anak. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengampanyekan peningkatan konsumsi ikan dalam keluarga melalui olahan yang gurih, lezat, dan bernilai gizi tinggi.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispopar, Noor Aly, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Makanan Khas Kota Probolinggo 2026 menjadi salah satu upaya memajukan sektor pariwisata sekaligus melestarikan kekayaan kuliner daerah. Ia menilai festival ini dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan komunitas kuliner untuk memasarkan produk, sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai daya tarik wisata.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani menekankan pentingnya transformasi UMKM agar mampu bersaing. Menurutnya, peningkatan kualitas produk, penerapan standar kesehatan, kemasan yang menarik, serta inovasi cita rasa menjadi aspek yang perlu diperkuat.
Ia juga mengajak para pemangku kepentingan, termasuk sektor perhotelan dan instansi pemerintah, untuk berkolaborasi mempromosikan produk lokal berbasis bahan baku daerah. Melalui sinergi tersebut, ia berharap kuliner Probolinggo tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, sekaligus membuka peluang produk unggulan daerah menembus pasar yang lebih luas.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turut menyampaikan apresiasi. Ia menilai kuliner lokal memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui keterlibatan masyarakat. Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mengidentifikasi dan mengkurasi makanan khas agar dapat disajikan secara resmi di hotel maupun dalam berbagai kegiatan kepariwisataan.