Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Keluarga Balita Stunting, Tekankan Edukasi Gizi dan Pola Makan Sesuai Usia

Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Keluarga Balita Stunting, Tekankan Edukasi Gizi dan Pola Makan Sesuai Usia

Kota Mojokerto — Pemerintah Kota Mojokerto terus menjalankan upaya pencegahan untuk menekan angka stunting. Salah satunya melalui Pelatihan Keluarga Balita Stunting yang digelar di Kelurahan Purwotengah dengan tema “Edukasi tentang Stunting, Pola Makan, dan Asupan Gizi yang Sesuai Usia.”

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya pemahaman yang benar mengenai gizi seimbang dan pola asuh anak sebagai langkah pencegahan stunting. Ia menyampaikan bahwa ketika pertumbuhan anak tidak sesuai standar usia, diperlukan pemeriksaan lebih mendalam agar penyebabnya bisa diketahui secara tepat.

“Jika anak tumbuhnya tidak sesuai standar usia, kita harus melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam supaya kita bisa mengetahui dengan tepat faktor penyebabnya. Dengan begitu kita bisa melakukan intervensi langsung yang tepat sasaran,” kata Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita.

Pesan kepada orang tua

Kepada para orang tua, khususnya ibu-ibu yang hadir, Ning Ita juga memotivasi agar tetap telaten dan semangat dalam memberikan asupan gizi kepada anak-anak yang mengalami wasting atau gejala awal stunting. Ia mengingatkan agar kesulitan makan pada anak tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan kebutuhan gizi.

“Jangan hanya karena anak susah makan lalu kita anggap yang penting gak rewel. Jangan! Apa yang panjenengan berikan hari ini menentukan masa dewasanya nanti. Kalau kecilnya kekurangan gizi, maka masa dewasanya tidak akan bisa menjadi manusia yang sehat,” tegasnya.

Investasi kesehatan untuk generasi mendatang

Ning Ita menilai pemenuhan gizi dan kesehatan anak merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, anak-anak saat ini adalah calon pemimpin di masa depan, sehingga perlu dipastikan tumbuh dengan kondisi yang lebih baik.

“Anak-anak kecil ini kelak akan menggantikan kita. Mereka yang akan menjadi lurah, dokter, bidan, camat. Maka tugas kita hari ini adalah memastikan mereka tumbuh dengan lebih baik dari kita—dalam pendidikan, kesehatan, hingga kondisi sosial ekonomi mereka,” ujarnya.

Tren penurunan stunting

Keberhasilan berbagai program lintas sektor yang dijalankan Pemerintah Kota Mojokerto tercermin dari data e-PPGBM. Prevalensi stunting di Kota Mojokerto disebut menunjukkan tren menurun, dari 1,54% pada akhir 2024 menjadi 1,49% pada April 2025.