Pemerintah Kota Bengkulu menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan pengawasan dan langkah antisipasi terhadap potensi penimbunan serta lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing mengatakan persoalan bahan pokok menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena harga di pasaran kerap mengalami kenaikan saat maupun setelah Ramadan. Karena itu, ia meminta pengawasan dilakukan lebih ketat agar kenaikan harga dapat dicegah.
“Permasalahan bahan pokok juga menjadi perhatian. Harga bapok yang ada di pasaran biasanya mengalami kenaikan saat maupun setelah bulan Ramadan, untuk itu akan kita awasi agar tidak terjadi,” kata Ronny usai mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri.
Ronny menegaskan, OPD terkait diminta melakukan pengawasan dan antisipasi sejak dini. Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga di pasar.
Rapat koordinasi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Monitoring Center Dinas Kominfo Kota Bengkulu itu membahas sejumlah isu strategis. Salah satu fokus pembahasan adalah pengendalian harga kebutuhan pokok serta jasa transportasi menjelang Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari mendatang.
Selain itu, Ronny menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat memprediksi adanya penurunan harga tiket pesawat secara nasional selama Ramadan. Ia berharap kebijakan tersebut juga berdampak bagi masyarakat di Bengkulu.
“Dalam rakor tadi disampaikan juga bahwa harga tiket pesawat selama bulan Ramadan diharapkan bisa mengalami penurunan secara nasional. Kita harapkan, mudah-mudahan di Bengkulu juga ada penurunan harga tiket pesawat,” ujarnya.

