Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat pengelolaan sampah dengan memastikan setiap kebijakan yang diambil selaras dengan regulasi lingkungan hidup serta arahan pemerintah pusat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan Pemkot Bandung berkomitmen menyesuaikan langkah penanganan sampah dengan ketentuan yang berlaku, terutama terkait penggunaan teknologi pengolahan sampah. Ia menegaskan teknologi termal berskala kecil dengan kapasitas di bawah 10 ton tidak diperbolehkan.
“Untuk teknologi termal berskala kecil, di bawah 10 ton, itu sudah tidak diperbolehkan. Tidak ada tawar-menawar,” ujar Farhan di Pendopo, Rabu (21/1).
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Bandung akan segera menerbitkan kebijakan internal yang melarang penggunaan teknologi dimaksud. Meski demikian, Farhan menekankan fasilitas pengolahan sampah yang sudah terbangun tidak akan dibiarkan terbengkalai.
Menurutnya, fasilitas yang telah ada akan diteliti ulang dengan melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh dasar ilmiah sebelum menetapkan kebijakan lanjutan.
“Apa yang sudah dibangun akan diteliti ulang. Kita undang perguruan tinggi untuk mengetahui kondisi sebenarnya, sehingga kebijakan berikutnya berbasis data dan kajian ilmiah,” kata Farhan.
Farhan menambahkan, setiap kebijakan terkait lingkungan hidup akan selalu dikonsultasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Ia menyebut langkah tersebut penting agar Pemkot Bandung tidak keliru dalam mengambil keputusan dan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.
“Kita tidak ingin dianggap melakukan pelanggaran-pelanggaran di bidang lingkungan hidup,” ucapnya.
Ia juga menekankan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara instan dan memerlukan perubahan pola pikir serta keterlibatan semua pihak. Pemkot Bandung, kata Farhan, memilih bersikap terbuka dalam menyampaikan kondisi yang ada meski berpotensi memunculkan kritik.
“Ketika kita terbuka, memang ada pil pahit yang harus ditelan. Tapi dengan keterbukaan itu, kita jadi tahu akar masalahnya dan bisa mencari solusi yang benar bersama-sama,” ujarnya.
Farhan menyebut penanganan sampah masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan Kota Bandung.

