Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, terus menggandeng mitra dan pihak swasta untuk menekan angka stunting sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi anak.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang didukung Kalbe Farma melalui produk Sakatonic, dinilai menjadi langkah positif untuk membuka ruang edukasi kesehatan dan pemenuhan hak anak.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya menghilangkan stunting di Kabupaten Serang. Karena itu, ia meminta dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat, agar upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif.
Bupati juga menekankan perlunya edukasi gizi dan literasi kesehatan yang dilakukan secara masif. Ia menilai tantangan di lapangan masih besar, terutama karena maraknya peredaran makanan cepat saji dan jajanan yang kurang sehat bagi anak-anak.
Ia menyebut peran orang tua menjadi faktor penting dalam memilih asupan gizi yang tepat. Edukasi nutrisi, kata dia, diperlukan agar keluarga memahami bahwa makanan sehat dan bergizi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tidak selalu harus mahal.
“Keluarga adalah madrasah pertama. Ayah dan ibu harus berkolaborasi mencari solusi, misalnya ketika anak enggan memakan makanan bergizi. Pembiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah,” ujarnya.
Terkait penanganan stunting, Pemkab Serang disebut telah melakukan pendampingan berkelanjutan. Intervensi dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemberian makanan tambahan dan vitamin, serta dilanjutkan dengan pemberian imunisasi setelah anak dilahirkan.
Namun, ia menyayangkan masih ada masyarakat yang enggan datang ke fasilitas kesehatan. Ia mengimbau warga untuk aktif mengikuti layanan posyandu, imunisasi, dan edukasi kesehatan yang tersedia.
“Warga jangan malas. Ketika ada posyandu, imunisasi, dan edukasi kesehatan, warga harus ikut serta. Literasi ini sangat penting karena jika ibunya sehat dan kuat, Insya Allah anaknya juga sehat dan kuat, sehingga generasi emas 2045 bisa kita wujudkan,” kata Bupati.