Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan “Sosialisasi, Advokasi, dan Edukasi Penyediaan Makan Bergizi bagi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini” dengan melibatkan 758 satuan PAUD. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Gedung Terpadu pada 4–11 Februari 2026.
Program tersebut mendorong pembiasaan makan dengan gizi berimbang yang diterapkan serentak di satuan pendidikan anak usia dini. Makanan yang diberikan kepada anak diharapkan memuat unsur karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Yeni Widiastuti, menyampaikan bahwa usia 0–6 tahun merupakan masa emas pertumbuhan anak. Pada fase ini, anak memerlukan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung perkembangan fisik, kecerdasan, serta daya tahan tubuh.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyamakan pemahaman bahwa pelaksana satuan PAUD memiliki peran strategis dalam pembiasaan konsumsi dengan gizi seimbang, menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Yeni.
Menurut Yeni, pembiasaan makan bergizi berimbang juga berkaitan dengan upaya menurunkan risiko stunting pada anak. Ia menekankan bahwa satuan pendidikan bukan hanya tempat belajar mengajar, melainkan juga ruang pembentukan karakter dan pembiasaan perilaku positif.
Dalam kegiatan itu, Penata Layanan Operasional (PLO) Gizi, Wilda Muslikhatur Rofi’ah, menekankan pentingnya pemahaman komposisi gizi seimbang sesuai kebutuhan anak. Ia menyebut anak usia 4–6 tahun membutuhkan energi rata-rata 1.400 kilokalori per hari, dengan kebutuhan protein 25 gram, lemak 50 gram, dan karbohidrat 250 gram.
“Anak yang tidak mendapatkan asupan gizi seimbang dan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting,” ujar Wilda.
Selain pemenuhan gizi, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi perhatian dalam edukasi tersebut. Anak perlu dikenalkan sejak dini dengan kebiasaan mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan lingkungan, serta memilih jajanan yang aman dan bergizi.
Wilda juga menyampaikan data penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 prevalensi stunting berada di angka 21 persen, turun menjadi 14,2 persen pada 2022, kemudian 9,3 persen pada 2023, dan 8 persen pada 2024. Pemkab Ponorogo menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga 4 persen.
“Pemenuhan gizi yang optimal akan membuat anak-anak tumbuh sehat dan lebih siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

