Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan pelajar melalui kegiatan Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten Kotim 2026. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berprestasi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim, Waren, menegaskan bahwa kesehatan menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, Aksi Bergizi ditujukan agar generasi muda tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.
Pernyataan itu disampaikan Waren saat mewakili Bupati Kotim Halikinnor membuka kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 di SMAN 2 Sampit, Rabu. Kegiatan tahun ini mengusung tema Merdeka Sehat, Merdeka Berprestasi: Bersama Aksi Bergizi Membangun Generasi Hebat.
Waren menjelaskan, tema tersebut menekankan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk tumbuh sehat, tangguh, cerdas, dan mampu meraih prestasi. Ia menambahkan, kegiatan Aksi Bergizi diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat melalui penerapan gizi seimbang, pencegahan anemia, aktivitas fisik, serta pembiasaan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Pemkab Kotim, lanjut Waren, berkomitmen meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui berbagai program edukasi, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga ibu hamil dan balita. Ia berharap komitmen tersebut didukung sinergi sektor kesehatan, pendidikan, orang tua, hingga masyarakat.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat yang akan dibawa hingga dewasa. Karena itu seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kesehatan, orang tua dan semua pemangku kepentingan harus terus bersinergi,” kata Waren.
Ia menambahkan Aksi Bergizi telah menjadi agenda rutin tahunan dengan lokasi pelaksanaan yang bergantian di sekolah-sekolah. Program ini diharapkan dapat menjaga tumbuh kembang pelajar agar kondisi fisik dan mental tetap prima untuk mengikuti proses belajar. Waren juga mengingatkan pelajar agar bijak memilih makanan, terutama di tengah banyaknya jajanan di sekitar sekolah. Ia menekankan konsumsi makanan manis tetap diperlukan, namun tidak boleh berlebihan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kotim, dr Noorliyana, menjelaskan Aksi Bergizi merupakan program Kementerian Kesehatan yang berfokus pada edukasi gizi seimbang dan pencegahan anemia, khususnya bagi remaja putri. Menurutnya, remaja putri lebih rentan mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan, sehingga pemberian tablet tambah darah menjadi salah satu intervensi utama yang dilakukan rutin di sekolah.
“Remaja putri merupakan calon ibu. Jika sejak remaja mereka tidak mengalami anemia dan status gizinya baik, maka peluang melahirkan generasi yang sehat juga akan semakin besar,” ujar Noorliyana.
Rangkaian kegiatan Aksi Bergizi meliputi senam bersama, sarapan dengan menu gizi seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, dan buah, dilanjutkan makan buah bersama serta minum tablet tambah darah secara serentak. Dinas Kesehatan Kotim menargetkan setiap sekolah melaksanakan sarapan bersama dan minum tablet tambah darah sekali setiap pekan.
Noorliyana menyebut tablet tambah darah disediakan gratis oleh puskesmas, sedangkan menu sarapan dibawa masing-masing siswa dari rumah. Ia menilai keberhasilan program membutuhkan kerja bersama seluruh pihak.
Di sisi lain, Kepala SMAN 2 Sampit, Drs. Kodarahim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan Aksi Bergizi tingkat kabupaten. Ia mengatakan pihak sekolah telah membiasakan kegiatan seperti sarapan bersama dan senam bersama, dengan harapan seluruh peserta didik tetap sehat sehingga proses belajar lebih mudah dan prestasi dapat diraih secara optimal.