Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas melalui pemenuhan gizi serta pelayanan kesehatan anak sejak usia dini. Upaya ini disebut tidak hanya ditempuh lewat sektor pendidikan, tetapi juga dimulai dari perhatian pada kesehatan anak pada masa pertumbuhan awal.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai masa balita hingga usia enam tahun merupakan periode penting yang menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi pada rentang usia tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan SDM di Kabupaten Berau.
Menurut Sri Juniarsih, perhatian terhadap kesehatan anak perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan asupan gizi, hingga pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan SDM unggul melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas serta terjangkau.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah pemberian Vitamin A kepada anak. Program ini dinilai bukan sekadar pemenuhan kebutuhan vitamin, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh anak.
Sri Juniarsih menjelaskan, Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan mata, mendukung pertumbuhan, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap berbagai penyakit. Ia menyebut pemberian Vitamin A sebagai ikhtiar untuk melindungi generasi penerus dari berbagai risiko penyakit.
Pemberian Vitamin A juga dirangkaikan dengan pemberian obat cacing. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi anak sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak dini. Sri Juniarsih menyampaikan harapannya agar tidak ada anak yang terlewat memperoleh pelayanan kesehatan maupun Vitamin A sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Untuk memastikan jangkauan pelayanan hingga ke masyarakat, peran pos pelayanan terpadu (Posyandu) bersama tenaga kesehatan dinilai penting. Pemerintah Kabupaten Berau juga memberi perhatian pada penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, mengingat kader Posyandu berhadapan langsung dengan warga, khususnya ibu dan anak.
Sri Juniarsih mengapresiasi kader Posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini konsisten memberikan pelayanan, termasuk melalui upaya jemput bola bagi masyarakat yang belum membawa anaknya ke Posyandu. Ia berharap layanan jemput bola dapat terus dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara maksimal.