Perkembangan teknologi digital yang kian cepat mendorong pelaku usaha kuliner tradisional untuk beradaptasi, terutama dalam promosi melalui media sosial dan layanan pesan-antar. Di Denpasar, transformasi tersebut diterapkan secara konsisten oleh Warung Sunda Kang Zanger untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan.
Pemilik Warung Sunda Kang Zanger, Desak Putu Sucahyaningsih, mengatakan tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pemahaman teknologi. Meski demikian, ia terus belajar secara mandiri agar dapat mengikuti tren pemasaran masa kini. Keterlibatan keluarga juga diterapkan dengan pembagian tugas yang terstruktur, mulai dari mengelola cabang operasional hingga menyiapkan materi promosi harian di platform digital.
Selain promosi, Desak menekankan pentingnya tampilan visual makanan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Menurutnya, penyajian yang menarik dapat memikat calon pembeli, terutama saat pertama kali melihat menu. “Saya selalu bilang kepada karyawan di warung, bahwa makanan itu seperti manusia yang harus didandani dulu dengan garnish yang cantik sebelum keluar dapur dan disajikan, karena orang pasti melihat penampilannya yang menarik terlebih dahulu,” kata Desak saat berbincang dalam acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar.
Ia menilai kehadiran platform digital seperti Gojek, Grab, dan ShopeeFood turut memberi kemudahan bagi pelanggan yang ingin menikmati hidangan tanpa harus keluar rumah. Di sisi lain, promosi yang diunggah rutin melalui akun Instagram resmi @kangZangerbali disebut efektif menjaga kedekatan visual dengan konsumen, khususnya di wilayah perkotaan.
Desak juga menyampaikan pengembangan usaha tidak hanya berfokus pada kuliner siap saji. Ia merambah sektor agribisnis melalui pengelolaan kebun terpadu bernama Kang Zanger Bokasi Farm yang berlokasi di Jalan Waribang. Menurutnya, diversifikasi usaha menjadi upaya untuk menangkap peluang pasar yang lebih luas dan membuka sumber pendapatan alternatif.
Setelah melalui dinamika naik turun dalam membangun usaha, Desak berharap kuliner tradisional Nusantara tetap dicintai masyarakat. Ia juga berharap Warung Sunda Kang Zanger dapat terus bertahan di tengah situasi yang tidak mudah, sekaligus memperluas akses pelanggan melalui pemanfaatan media sosial.