BERITA TERKINI
Peluang Jualan Takjil di Dekat Masjid saat Ramadhan 2026: Ragam Menu, Perkiraan Modal, dan Tips Berjualan

Peluang Jualan Takjil di Dekat Masjid saat Ramadhan 2026: Ragam Menu, Perkiraan Modal, dan Tips Berjualan

Ramadhan 2026 kembali menjadi momen yang kerap dimanfaatkan pelaku usaha kuliner, terutama di sekitar masjid. Aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang waktu berbuka puasa dan setelah shalat tarawih membuat area dekat masjid dinilai strategis untuk berjualan takjil maupun makanan siap santap. Dengan akses yang mudah bagi jamaah, pedagang berpeluang mendapatkan pasar harian yang relatif stabil selama sebulan penuh.

Sejumlah pilihan menu dapat disesuaikan dengan minat, kemampuan produksi, serta modal. Ragam ide jualan di sekitar masjid pada bulan puasa umumnya terbagi ke beberapa kategori, mulai dari minuman segar, gorengan, nasi box, menu bernuansa Timur Tengah, hingga kue basah dan dessert. Di bawah ini adalah contoh menu beserta perkiraan modal, harga jual, dan potensi keuntungan per porsi atau per item.

Minuman segar dan takjil dingin

Minuman dingin menjadi salah satu pilihan favorit saat berbuka karena membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Modalnya cenderung terjangkau, sementara margin bisa menarik.

Beberapa contoh menu yang disebutkan antara lain es kuwut Bali (modal Rp 4.500 per cup, harga jual Rp 11.000, keuntungan Rp 6.500 atau 144%), es lumut (modal Rp 5.000, harga jual Rp 12.000, keuntungan Rp 7.000 atau 140%), serta es susu kurma (modal Rp 5.500, harga jual Rp 13.000, keuntungan Rp 7.500 atau 136%).

Camilan gurih dan gorengan

Gorengan masih menjadi primadona karena praktis, mudah dijual satuan atau paket, dan umumnya cepat perputarannya. Kategori ini juga dinilai cocok bagi pedagang dengan anggaran terbatas.

Contoh menu yang dapat dipertimbangkan yaitu tahu walik krispi (modal Rp 1.200 per biji, harga jual Rp 3.000, keuntungan Rp 1.800 atau 150%), bakwan sayur (modal Rp 1.000, harga jual Rp 2.500, keuntungan Rp 1.500 atau 150%), risoles mayo (modal Rp 1.500, harga jual Rp 3.500, keuntungan Rp 2.000 atau 133%), serta cireng isi ayam suwir pedas (modal Rp 1.300, harga jual Rp 3.000, keuntungan Rp 1.700 atau 131%).

Nasi box dan makanan berat

Menu makanan berat menjadi opsi bagi jamaah yang ingin langsung berbuka dengan porsi lengkap. Nasi box juga dianggap praktis dan higienis untuk dikonsumsi di sekitar masjid atau dibawa pulang. Namun, modalnya cenderung lebih besar dibanding camilan.

Beberapa pilihan yang dicontohkan meliputi nasi bakar ayam jamur (modal Rp 8.000 per porsi, harga jual Rp 18.000, keuntungan Rp 10.000 atau 125%), rice box chicken teriyaki (modal Rp 7.500, harga jual Rp 16.000, keuntungan Rp 8.500 atau 113%), nasi cumi hitam (modal Rp 9.000, harga jual Rp 19.000, keuntungan Rp 10.000 atau 111%), serta nasi telur dadar (modal Rp 6.500, harga jual Rp 14.000, keuntungan Rp 7.500 atau 115%).

Menu Timur Tengah dan menu bernuansa sunnah

Menu dengan cita rasa Timur Tengah atau bernuansa Islami kerap dicari karena selaras dengan suasana Ramadhan. Kategori ini juga dinilai memiliki nilai pembeda bagi pedagang.

Contoh yang disebutkan yakni roti maryam cokelat keju (modal Rp 4.000 per porsi, harga jual Rp 11.000, keuntungan Rp 7.000 atau 175%), sambosa daging (modal Rp 6.000 per biji, harga jual Rp 14.000, keuntungan Rp 8.000 atau 133%), serta bubur samin (modal Rp 7.000 per porsi, harga jual Rp 15.000, keuntungan Rp 8.000 atau 114%).

Kue basah dan dessert kekinian

Takjil manis sering menjadi pelengkap saat berbuka. Kue tradisional memiliki peminat tersendiri, sedangkan dessert modern kerap menarik segmen anak muda. Bahan bakunya juga relatif mudah didapatkan.

Beberapa contoh menu yaitu sagu mutiara santan (modal Rp 3.000 per cup, harga jual Rp 8.000, keuntungan Rp 5.000 atau 167%), puding sedot/pudot (modal Rp 2.500, harga jual Rp 6.000, keuntungan Rp 3.500 atau 140%), kue lumpur labu kuning (modal Rp 3.500 per potong, harga jual Rp 8.000, keuntungan Rp 4.500 atau 129%), serta mango sago dessert (modal Rp 6.000 per gelas, harga jual Rp 15.000, keuntungan Rp 9.000 atau 150%).

Tips berjualan takjil di sekitar masjid

Sejumlah faktor disebut perlu diperhatikan agar penjualan lebih optimal. Lokasi menjadi salah satu penentu utama—idealnya berada di area yang terlihat jelas dan mudah diakses jamaah tanpa mengganggu aktivitas ibadah. Kebersihan dan higienitas juga ditekankan, mengingat konsumen di lingkungan masjid cenderung memperhatikan aspek halal dan thayyib.

Dari sisi waktu, pedagang disarankan sudah siap sejak sekitar pukul 15.30 WIB ketika pencarian takjil mulai meningkat. Kemasan yang praktis dan tidak mudah tumpah juga dinilai penting, terutama bagi jamaah yang ingin membawa makanan ke rumah atau mengonsumsinya di area masjid.

Pertanyaan umum seputar usaha takjil dekat masjid

Untuk modal, kisaran minimum yang disebut adalah Rp 2–5 juta, tergantung kategori. Gorengan dan minuman sederhana dapat dimulai sekitar Rp 2 juta, sedangkan nasi box disebut membutuhkan sekitar Rp 4–5 juta untuk stok awal dan peralatan.

Soal perizinan, pedagang dianjurkan meminta izin kepada pengurus masjid dan RT/RW setempat. Di beberapa daerah, izin dagang dari kelurahan juga mungkin diperlukan. Lokasi berjualan juga disarankan tidak mengganggu akses jamaah.

Untuk penentuan harga, pedagang dapat melakukan riset harga di sekitar lokasi dan menargetkan margin 100–150% dari modal bahan baku, sambil mempertimbangkan daya beli masyarakat serta persaingan dengan pedagang takjil lain.