Pelaku usaha kuliner di daerah dinilai memiliki keunggulan dalam menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang tetap terjaga. Kondisi ini membuat usaha kuliner lokal mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga keluarga, di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin marak.
Rianto, pelaku UMKM ayam crispy di Bone, mengatakan sejak awal ia berupaya menetapkan harga produknya agar tetap ramah di kantong masyarakat, tanpa mengabaikan standar kualitas. Menurutnya, penyesuaian harga dengan daya beli masyarakat menjadi salah satu kekuatan pelaku usaha lokal untuk bertahan dan bersaing.
Rianto menjelaskan, menu yang ditawarkan memiliki rentang harga yang variatif. Untuk menu sederhana, harga dimulai dari Rp8.000, sedangkan paket lengkap dengan nasi dan tambahan lainnya dibanderol hingga Rp18.000. Dengan variasi tersebut, pelanggan dapat memilih sesuai kebutuhan.
“Walaupun harganya terjangkau, kualitas tetap kita jaga. Saya selalu posisikan diri sebagai pembeli, pentingnya menjaga kepuasan konsumen,” ujar Rianto, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan, menjaga kualitas rasa, ukuran porsi, dan kebersihan produk menjadi prioritas agar pelanggan merasa puas dan terdorong untuk kembali membeli. Pembagian ayam juga diatur secara proporsional untuk menjaga keseimbangan antara harga dan kualitas, sekaligus mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Selain aspek harga dan kualitas, Rianto menilai pelayanan yang baik serta respons cepat terhadap keluhan pelanggan juga penting. Setiap komplain, kata dia, ditanggapi dengan solusi sebagai upaya menjaga hubungan baik dengan konsumen.
Usaha ayam crispy milik Rianto, D’Celup Chicken Crispy Bone, berlokasi di Jl. Langsat, lorong 3, Bone.

