Natuna menyambut kunjungan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond, dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250. Dalam kunjungan tersebut, Peter menyampaikan kekagumannya pada keindahan alam Natuna, terutama kondisi terumbu karang yang dinilai masih terjaga, serta kuliner khas setempat.
Peter mengatakan kunjungannya tidak hanya bersifat seremoni diplomatik. Ia menilai Natuna memiliki potensi wisata bahari yang besar. “Saya tadi menikmati makanan khas Natuna, dan saya sangat ingin mengadopsi coral atau terumbu karang Natuna,” ujar Peter saat berada di Natuna.
Ketertarikan itu ditindaklanjuti dengan kunjungan ke Natuna Dive Centre di Rumah Kita, yang disebut sebagai salah satu pusat kegiatan konservasi laut di daerah tersebut. Di lokasi itu, Peter bersama rombongan melihat langsung upaya adopsi terumbu karang yang melibatkan masyarakat lokal dalam pelestarian laut.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan temu ramah bersama warga Natuna di Natuna Dive Resort sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan Amerika Serikat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan akrab.
Dalam kesempatan tersebut, Peter juga memperkenalkan secara singkat peran Kedutaan Besar Amerika Serikat yang berkantor di Surabaya dan Medan, termasuk kerja sama yang selama ini terjalin dengan Indonesia di berbagai sektor.
Selain terumbu karang, kuliner Natuna juga disebut meninggalkan kesan baginya. Peter mengaku menikmati sambal mentah ikan asap. “Saya juga menikmati makanan khas Natuna, ada sambal mentah ikan asap,” katanya.
Peter turut menyampaikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat baru saja memulai program besar konservasi terumbu karang di Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program itu mencakup tiga wilayah utama dan merupakan bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Program tersebut dikenal dengan skema Debt for Nature Swap, yaitu penghapusan sebagian utang Indonesia dengan ketentuan dana yang dibebaskan dialokasikan untuk perlindungan lingkungan, khususnya terumbu karang. “Kami menyetujui untuk memaafkan sebagian utang Indonesia asalkan dana itu digunakan untuk perlindungan terumbu karang. Kami sangat mendukung pengembangan berkelanjutan dan pariwisata berkelanjutan,” jelas Peter.
Meski saat ini belum ada program konservasi langsung yang dijalankan di Natuna, Peter menyebut wilayah tersebut strategis dan berpeluang dipertimbangkan untuk program serupa pada masa mendatang. “Natuna adalah salah satu dari banyak pulau indah di Indonesia. Saat ini belum ada program langsung di sini, tetapi ke depannya Natuna akan kami pertimbangkan untuk program serupa,” ujarnya.

