BERITA TERKINI
Pasangan Pengusaha Kuliner dari Cikampek Ikuti Cooking Class Chinese Foods Halal di Bekasi

Pasangan Pengusaha Kuliner dari Cikampek Ikuti Cooking Class Chinese Foods Halal di Bekasi

BEKASI — Sepasang suami istri asal Cikampek mengikuti Cooking Class Chinese Foods Halal Batch 5 yang digelar Laa Tahzan Foods di Bekasi, Sabtu (3/10/2026). Keduanya datang untuk memperdalam keterampilan memasak sebagai bagian dari upaya mengembangkan usaha kuliner yang sedang mereka jalankan.

Salah satu peserta, Erik, mengatakan ketertarikannya bermula saat melihat informasi kelas memasak tersebut di Facebook. Setelah itu, ia menghubungi kontak yang tersedia dan memutuskan datang langsung ke lokasi pelatihan.

Menurut Erik, kelas ini tidak hanya membagikan resep, tetapi juga memberikan pendampingan langsung dari chef. Ia menilai pengalaman tersebut membantu peserta memahami cara, trik, serta teknik memasak yang lebih terarah.

“Di sini benar-benar kita dipandu langsung oleh chef yang sudah profesional dan berpengalaman. Kita mendapatkan cara, trik, resep dan teknik memasak,” ujar Erik.

Ia menambahkan, kemampuan memasak tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan atau mengikuti resep. Dalam dunia kuliner, kata dia, terdapat teknik tertentu yang berpengaruh pada kualitas rasa dan hasil akhir masakan.

Erik mengikuti pelatihan bersama istrinya. Ia menyebut keputusan belajar berdua diambil karena usaha kuliner yang mereka bangun dikelola bersama dan memiliki visi yang sama.

“Kebetulan saya berdua dengan istri, couple, karena kami mengembangkan usaha bersama dan satu visi dengan istri,” katanya.

Dalam Cooking Class Chinese Foods Halal Batch 5, peserta mempelajari sejumlah menu, di antaranya nasi goreng, mie goreng, dan kwetiau goreng. Erik menilai materi tersebut relevan, baik untuk kebutuhan memasak di rumah maupun sebagai bekal bagi yang ingin mengembangkan usaha.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mentor pelatihan. “Terima kasih untuk Chef Yoyo bersama tim lainnya atas persembahan ilmu dan pengalaman yang diberikan kepada kami,” ucapnya.

Kehadiran pasangan dari Cikampek ini menunjukkan bahwa jarak tidak selalu menjadi penghalang untuk meningkatkan kompetensi, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang membutuhkan penguatan keterampilan, teknik, dan variasi menu sebagai bagian dari pengembangan bisnis.