BERITA TERKINI
Panduan Memulai Usaha Soto Rumahan: Dari Konsep, Modal, hingga Simulasi Untung Harian

Panduan Memulai Usaha Soto Rumahan: Dari Konsep, Modal, hingga Simulasi Untung Harian

Usaha kuliner soto kerap dipilih sebagai jalan bagi ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan tanpa meninggalkan aktivitas keluarga. Soto dikenal sebagai makanan berkuah yang bisa dinikmati kapan saja dan memiliki banyak variasi di berbagai daerah, sehingga pasarnya relatif luas. Selain itu, usaha soto bisa dimulai dari dapur rumah dengan modal yang dinilai terjangkau, asalkan perencanaan dan konsistensi rasa dijaga.

Salah satu contoh pelaku usaha rumahan adalah Titin Dwi Lestari (48), ibu rumah tangga di Dusun Kledokan, Klaten, yang berjualan soto dengan dibantu keluarga. Dari pengalamannya, ada sejumlah langkah yang bisa dijadikan panduan bagi pemula yang ingin memulai usaha soto skala rumahan.

1. Tentukan konsep jualan sejak awal

Langkah awal adalah menentukan konsep menu. Penjual dapat memilih fokus pada satu jenis soto atau menawarkan beberapa varian. Fokus di awal membantu menjaga kualitas dan memudahkan pengelolaan produksi.

Titin memilih tetap berfokus pada soto, namun menambah variasi menu dan lauk yang sesuai selera pelanggan di sekitarnya. “Kalau di tempat usaha saya menu jualannya soto garing (soto kering), soto ayam, gorengan. Dulu juga sempat ada soto kare,” ujarnya. Ia menambahkan, soto ayam menjadi menu paling laris, sementara soto garing lebih sering dibeli untuk dibawa pulang. Pelanggannya pun beragam, termasuk dari wilayah Klaten kota dan sekitarnya.

2. Hitung harga pokok produksi (HPP)

Perhitungan HPP diperlukan agar harga jual dan keuntungan bisa terukur. Catat seluruh biaya, mulai dari bahan baku, gas, hingga kemasan. Titin menyebut bahan pokok soto relatif mudah ditemukan dan terjangkau.

“Bahan-bahan bikin soto itu mie bihun, kol, tauge, seledri, bawang goreng. Kalau bumbunya: bawang merah, bawang putih, merica, bumbu soto (opsional), sama penyedap,” kata Titin.

Selain bahan, peralatan juga perlu diperhitungkan, seperti kompor dan gas, ulekan, wajan, spatula, panci, sendok, piring, mangkuk, gelas, serta kebutuhan lain. Biaya tempat pun bisa menjadi komponen besar, namun dapat disiasati dengan memanfaatkan lahan sendiri atau menyewa sesuai kemampuan.

“Biasanya modal jualan soto rumahan ini kalau sama tempatnya ya lumayan mahal. Cuman kalau modal bahan baku sotonya aja itu untuk awalan sekitar Rp 1 jutaan. Ya kalau ada printilan-printilannya (seperti alat masak) bisa Rp2 jutaan,” jelasnya.

3. Manfaatkan media sosial dan pemasaran sederhana

Pemasaran dapat dilakukan melalui media sosial dengan foto yang menarik dan testimoni pelanggan. Di sisi lain, strategi sederhana seperti spanduk di depan tempat usaha juga masih relevan. Warung Titin memasang spanduk dengan desain menarik dan menerima pesanan secara daring melalui nomor telepon yang dicantumkan.

4. Jaga pelayanan, kebersihan, dan konsistensi rasa

Pelayanan yang ramah dan kebersihan tempat maupun penyajian menjadi faktor penting agar pelanggan kembali. Titin menekankan pentingnya menjaga rasa agar tetap stabil di tengah persaingan.

“Kalau tips untuk tetap bertahan bisnis soto dan bisa bersaing bagi saya ya rasanya nggak dikurangin (stabil), pelayanannya bersih, pelayanannya ramah, harganya menjangkau,” tuturnya. Ia juga menyebut karakter rasa setiap warung biasanya berbeda, dan pelanggan menilai soto di tempatnya “enak, harganya murah, bumbunya mantap (kerasa).”

Soal kreativitas, Titin pernah memiliki ciri khas berupa jeruk nipis yang bisa dipetik sendiri oleh pembeli dari kebun di belakang warung. “Dulu di warung saya ini punya cirikhas bisa metik jeruk nipis sendiri buat sajian soto, gratis buat yang makan langsung di sini. Tapi sekarang udah ditebang karena pohonnya udah tua,” katanya.

5. Simulasikan perhitungan keuntungan harian

Simulasi sederhana dapat membantu memperkirakan potensi pemasukan. Contohnya, jika penjualan 70 porsi per hari dengan harga rata-rata Rp7.000, maka omzet harian sekitar Rp490.000. Dengan total modal sekitar Rp350.000, laba kotor diperkirakan Rp140.000 per hari. Dalam 30 hari, potensi laba kotor bisa sekitar Rp4.300.000 (belum dipotong biaya lain). Nilai ini dapat berbeda bergantung lokasi, jumlah penjualan, dan biaya operasional.

Titin tidak menyebut nominal omzet harian secara rinci, namun ia menyampaikan penjualan meningkat pada hari libur. “Bisa 100-an (porsi) kalau hari libur seperti Minggu. Memang di tanggal-tanggal merah atau hari libur gitu lebih laris dari biasanya. Kadang (pendapata) bisa dapat Rp700.00an, Rp800.00an,” paparnya. Putrinya yang membantu menambahkan, saat Ramadan warung tetap buka seperti biasa, dengan jeda libur di awal puasa. Harga soto besar Rp7.000 dan soto kecil Rp5.000.

6. Tips agar bisnis soto bertahan lama

Sejumlah langkah dasar yang dapat diterapkan agar usaha lebih stabil antara lain memisahkan uang usaha dan uang pribadi, menjaga kebersihan dapur serta bahan, meningkatkan kualitas rasa dan pelayanan, mengevaluasi rasa secara berkala, serta mendengarkan masukan pelanggan. Konsistensi rasa dan kualitas disebut menjadi kunci agar pelanggan tetap setia.

Resep soto kering (soto garing)

Bahan utama:
• 1 ekor ayam kampung, potong dan rebus
• 150 gram bihun, seduh
• 200 gram tauge, seduh
• Kol secukupnya, iris halus
• Daun seledri secukupnya
• Bawang goreng secukupnya
• Nasi putih secukupnya

Bumbu halus:
• 6 siung bawang putih
• 5 siung bawang merah
• 1 sdt ketumbar/merica
• 2 cm kunyit
• 2 cm jahe
• Garam dan gula secukupnya

Pelengkap:
• Sambal (opsional)
• Kecap manis
• Garam dan merica secukupnya
• Jeruk nipis
• Sedikit kuah soto (opsional)
• Penyedap rasa (secukupnya)

Cara membuat:

1) Persiapan kuah kaldu ayam
Rebus ayam bersama bumbu sederhana (bawang merah, bawang putih, garam, ketumbar/merica, kunyit, jahe, gula, dan penyedap) hingga empuk. Ambil kaldunya dan sisihkan untuk siraman.

2) Penyajian soto kering
Tata nasi putih hangat di piring. Tambahkan suwiran ayam, lalu letakkan tauge dan kol di sekitarnya. Taburi seledri dan bawang goreng. Siram sedikit kuah soto/kaldu agar meresap. Tambahkan kecap dan penyedap (opsional) sesuai selera. Sajikan bersama sambal dan jeruk nipis.

Resep soto kuah

Bahan-bahan:
· 1 ekor ayam kampung (potong 4 bagian)
· 2 liter air
· 3 batang serai (memarkan)
· 4 lembar daun jeruk
· 2 lembar daun salam
· 2 cm lengkuas (memarkan)
· Garam dan gula secukupnya

Bumbu halus:
· 6 siung bawang putih
· 8 siung bawang merah
· 3 butir kemiri
· 1 sdt kunyit bubuk
· ½ sdt merica

Cara membuat:
Rebus ayam hingga empuk, angkat dan suwir dagingnya. Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas. Tuang tumisan bumbu ke dalam kuah rebusan ayam, lalu tambahkan garam dan gula sesuai selera. Sajikan dengan bihun, kol, telur rebus, dan taburan bawang goreng.