SEMARANG – Pameran Kuliner dan UMKM yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, menghadirkan beragam makanan khas dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah dan dimanfaatkan panitia untuk mengangkat kembali kuliner tradisional yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota.
Sejumlah makanan yang sudah dikenal luas turut ditawarkan, seperti nasi gandul dari Pati dan pindang serani dari Jepara. Selain itu, pameran juga menampilkan kuliner yang kini jarang ditemui, di antaranya horog-horog dari Jepara, sego tewel atau nasi tewel dari Pati, serta soto klethuk dari Blora.
Pameran berlangsung sejak 20 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 23 Agustus 2026. Beragam kuliner tradisional dan produk UMKM lokal dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ditampilkan melalui puluhan stan yang berjajar di lokasi.
Di area pameran, penjaga stan tampak melayani pembeli, sementara pengunjung berkeliling memilih makanan dan produk yang ditawarkan. Dari stan Wonosobo, pengunjung dapat menemukan mi ongklok. Stan Purworejo menawarkan geblek dan dawet ireng, sementara Tegal menghadirkan olos. Sejumlah menu lain yang tersedia antara lain tumpang koyor dari Kota Salatiga, lontong tuyuhan dari Rembang, kupat tahu dari Magelang, sate blengong dari Brebes, serta horog-horog, sate kikil, dan pindang serani dari Jepara.
Salah seorang pengunjung, Tazkiyatun Nafsi, pegawai di sebuah lembaga sosial di Kota Semarang, mengaku tertarik mencicipi nasi gandul khas Pati. Ia menyebut datang untuk berkeliling stan karena menyukai wisata kuliner dan ingin mencoba makanan lokal dari berbagai daerah.
“Tadi ke sini keliling stan-stan, kebetulan saya memang suka kulineran ya. Dan di sini banyak pilihan makanan khasnya, lengkap dari berbagai daerah, tinggal pilih mana yang disuka,” ujar perempuan asal Tegal tersebut.
Di stan Kabupaten Pati, pengunjung dapat menikmati nasi gandul dan sego tewel. Pengurus Persatuan Perusahaan Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kabupaten Pati, Ira Yuwanawati, mengatakan kedua menu itu dipilih karena merupakan kuliner khas yang memiliki banyak penggemar.