Padi (Oryza sativa L) menjadi salah satu sumber pangan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia. Seiring pertumbuhan populasi, kebutuhan bahan pangan juga meningkat. Di Indonesia, beras merupakan pangan utama yang ketersediaannya dituntut mencukupi, berkualitas, dan terjangkau. Dalam konteks ini, padi lokal di sejumlah daerah dinilai berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan beras.
Padi lokal yang masih bertahan hingga kini umumnya merupakan kultivar hasil seleksi alam selama puluhan tahun. Karena itu, padi lokal kerap memiliki sejumlah keunggulan, seperti ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta toleransi terhadap kondisi lingkungan abiotik yang kurang menguntungkan, antara lain tanah asam, keracunan aluminium dan besi, kekeringan, hingga salinitas.
Sumber gen untuk varietas unggul dan pemanfaatan lahan marjinal
Keunggulan padi lokal dipandang penting sebagai sumber gen dalam perakitan varietas unggul baru yang lebih adaptif. Pemanfaatan ini dinilai berpotensi mendukung program perluasan lahan pertanian, terutama pada lahan bermasalah atau lahan marjinal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, di tengah berkurangnya lahan produktif.
Keragaman genetik padi lokal yang tinggi juga disebut sebagai aset berharga bagi program pemuliaan dan konservasi genetik suatu spesies. Potensi tersebut dinilai relevan mengingat besarnya ketersediaan lahan kering di Indonesia.
Kalimantan Timur dan kekayaan padi lokal
Kalimantan Timur disebut sebagai salah satu provinsi yang kaya sumber daya hayati, termasuk padi lokal dengan sifat-sifat unggul yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal dalam pemuliaan tanaman padi. Padi ladang yang dibudidayakan turun-temurun oleh petani menjadi salah satu contoh yang menonjol.
Padi lokal asal Kalimantan Timur disebut memiliki karakteristik spesifik, di antaranya kualitas rasa yang tinggi dan masih bersifat organik. Kondisi ini dikaitkan dengan teknik budidaya yang masih sederhana, minim teknologi, dan menerapkan kearifan lokal. Namun, cara budidaya tersebut juga disebut berpengaruh pada produktivitas yang masih rendah.
Inventarisasi 243 kultivar di enam kabupaten/kota
Keragaman padi lokal di Kalimantan Timur ditemukan di sejumlah kabupaten. Berdasarkan buku “Biodiversitas Padi Local Mulawarman University 2018”, tercatat 243 kultivar padi lokal yang terdiri dari 52 padi ketan/pulut dan 191 padi beras, tersebar di enam kabupaten/kota.
Dalam inventarisasi tersebut, jumlah kultivar terbanyak tercatat di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 73 kultivar, sedangkan yang paling sedikit di Kabupaten Berau sebanyak 24 kultivar. Mayoritas yang tercatat merupakan jenis padi lahan kering atau padi gunung.
Baru 11 kultivar terdaftar hingga 2012
Dari total 243 kultivar, hanya sebagian kecil yang telah diakui dan didaftarkan sebagai varietas. Berdasarkan data PPVTPP hingga tahun 2012, baru 11 kultivar padi lokal yang didaftarkan.
- Dari Kabupaten Paser: Moris, Ace, Serataihum, dan Pance Kuning.
- Dari Kabupaten Kutai Kartanegara (terdaftar pada 2009): Serai, Gedagai, Hara, Mayas Pancing, Bogor Putih, Mayas Putih, dan Padi Kunyit.
Tantangan konservasi dan upaya revitalisasi
Keberadaan padi lokal disebut masih bergantung pada budidaya masyarakat setempat. Sementara itu, upaya konservasi sumber daya genetik untuk melindungi kultivar padi lokal dari kepunahan dan erosi genetik dinilai belum optimal.
Pelestarian dan pemanfaatan padi lokal disebut perlu dioptimalkan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 37/Permentan/OT.140/2011 melalui sejumlah langkah, antara lain:
- pencarian dan pengumpulan kultivar padi lokal,
- penumbuhan kawasan pengembangan padi varietas lokal yang berorientasi pada potensi sumber daya lokal,
- pembangunan kebun koleksi,
- pemberdayaan petani dan penguatan kelembagaan petani,
- penyusunan regulasi daerah tentang perlindungan plasma nutfah sebagai kekayaan hayati lokal.
Untuk mewujudkan langkah-langkah tersebut, dibutuhkan komitmen dari pemerintah, swasta, dan petani. Dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk mempertahankan keberadaan padi lokal Kalimantan Timur agar kekayaan hayati ini tidak hilang seiring waktu.

