Rasa sakit saat buang air besar (BAB) kerap digambarkan sebagai perih, panas, atau seperti tersayat di area anus. Keluhan ini bisa berkaitan dengan gangguan pada saluran pencernaan bagian bawah, mulai dari sembelit hingga adanya luka atau pembengkakan di sekitar rektum.
Nyeri saat BAB tidak sebaiknya diabaikan. Ketika rasa sakit membuat seseorang menahan BAB, tinja dapat semakin keras dan justru memperparah luka di area anus. Dampaknya bukan hanya rasa tidak nyaman, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas harian dan memicu stres karena trauma setiap kali ingin ke toilet.
Penyebab umum BAB terasa sakit dan perih
Memahami penyebabnya penting agar penanganan lebih tepat. Beberapa kondisi yang paling sering terkait dengan nyeri saat BAB antara lain:
1. Fissura ani (luka di anus)
Fissura ani adalah robekan kecil pada jaringan mukosa anus. Kondisi ini sering terjadi ketika tinja yang dikeluarkan berukuran besar atau sangat keras. Gejalanya berupa nyeri tajam saat BAB dan rasa perih yang bisa bertahan beberapa jam setelahnya.
2. Hemoroid (wasir)
Wasir terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah di rektum atau anus. Wasir internal biasanya tidak menimbulkan nyeri tetapi dapat berdarah, sedangkan wasir eksternal bisa terasa sangat nyeri, perih, dan gatal, terutama bila terjadi penggumpalan darah (trombosis).
3. Sembelit kronis (konstipasi)
Kurang asupan serat dan cairan dapat membuat feses kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Mengejan kuat saat BAB dapat melukai area anus dan menimbulkan sensasi terbakar atau perih.
Langkah mandiri untuk mengurangi rasa perih saat BAB
Selain obat, beberapa cara sederhana berikut dapat membantu meredakan keluhan dan mendukung pemulihan:
1. Sitz bath (rendam bokong)
Merendam area bokong dalam air hangat selama 10–15 menit, 2–3 kali sehari, dapat membantu merelaksasi otot sfingter anus, meningkatkan aliran darah untuk penyembuhan, serta membersihkan area tanpa menambah iritasi.
2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat
Sayuran hijau, buah-buahan (misalnya pepaya dan buah naga), serta biji-bijian membantu menjaga tinja tetap lembut sehingga mengurangi risiko luka dan nyeri saat BAB.
3. Hindari mengejan terlalu keras
Mengejan berlebihan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus, yang dapat memicu wasir atau memperlebar luka yang sudah ada.
4. Jaga hidrasi
Cairan membantu menjaga kelembapan tinja. Kurang minum membuat usus menyerap lebih banyak air dari feses sehingga tinja menjadi keras dan kering. Anjuran dalam artikel ini menyebutkan konsumsi minimal 8 gelas air per hari untuk membantu menurunkan risiko perlukaan saat mengejan.
Pilihan produk yang disebut untuk membantu keluhan
Artikel rujukan juga memuat sejumlah produk yang digunakan untuk membantu melunakkan tinja, melancarkan BAB, atau meredakan keluhan terkait wasir. Di antaranya:
1. Microlax 5 ml
Pencahar yang digunakan lewat dubur (enema) dengan kandungan Natrium Lauril Sulfoasetat, Natrium Sitrat, Sorbitol, dan Asam Sorbat. Disebut bekerja secara lokal untuk membantu melunakkan tinja dan memberi kelegaan dalam 5–15 menit. Aturan pakai yang dicantumkan: dewasa dan anak di atas 6 tahun 1 tube (5 ml); anak 1–6 tahun 1/2 tube.
2. Dulcolax 5 mg (10 tablet)
Mengandung bisacodyl, bekerja merangsang peristaltik usus besar dan membantu akumulasi air di usus. Dosis yang dicantumkan: dewasa dan anak di atas 10 tahun 1–2 tablet sekali sehari (malam hari); anak 6–10 tahun 1 tablet sekali sehari (malam hari). Disebutkan tablet tidak dikunyah dan dihindari diminum bersamaan dengan susu atau antasida.
3. Ambeven (10 kapsul)
Produk herbal yang disebut digunakan untuk membantu meredakan gejala wasir, dengan kandungan antara lain ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum), Sophora japonica, dan Curcuma heneyana. Aturan pakai yang dicantumkan: pengobatan 2 kapsul 3 kali sehari; pemeliharaan 1 kapsul 3 kali sehari.
4. Laxadine Sirup 60 ml
Kombinasi phenolphthalein, paraffin liquid, dan glycerin. Disebut membantu melicinkan tinja dan merangsang kontraksi usus. Dosis yang dicantumkan: dewasa 3–6 sendok takar (5 ml) sekali sehari sebelum tidur; anak 6–12 tahun setengah dosis dewasa.
5. Venaron (10 kapsul)
Mengandung ekstrak Sophora japonica yang kaya rutin, disebut membantu memperkuat dinding pembuluh darah vena di area anus dan meringankan keluhan wasir. Dosis yang dicantumkan: dewasa 1 kapsul 2–3 kali sehari sesudah makan.
6. Vegeta Scrubber (1 sachet)
Suplemen serat yang mengandung Plantago ovata (psyllium husk) dan inulin. Disebut menyerap air dan membentuk massa tinja yang lebih lunak dan bervolume. Dosis yang dicantumkan: dewasa 1 sachet dilarutkan dalam 200 ml air, diminum 1–2 kali sehari dan segera dihabiskan setelah dilarutkan.
Catatan studi yang disebut dalam artikel rujukan
Artikel menyebutkan studi di The American Journal of Gastroenterology yang menyimpulkan peningkatan asupan serat harian dapat menurunkan frekuensi nyeri saat defekasi pada pasien dengan gangguan pencernaan fungsional, serta menekankan kombinasi serat dan hidrasi sebagai langkah pencegahan awal luka anus. Artikel tersebut juga menyatakan ada penelitian yang menyebut agen laksatif osmotik dinilai lebih aman untuk penggunaan jangka pendek dibanding pencahar stimulan yang digunakan terus-menerus tanpa pengawasan.
Kapan perlu waspada dan mencari pertolongan medis
Nyeri saat BAB tidak selalu berarti wasir. Dalam artikel rujukan, keluhan juga bisa terkait fissura ani, infeksi menular seksual, atau iritasi kulit di sekitar dubur. Pemeriksaan dianjurkan bila nyeri disertai perdarahan hebat, nanah, demam, atau tidak membaik setelah satu minggu perawatan mandiri karena bisa mengarah pada kondisi seperti abses atau fistula.
Hal yang juga dapat memperparah keluhan
Artikel rujukan menyebut makanan pedas dapat memicu sensasi terbakar saat BAB karena capsaicin tidak sepenuhnya dicerna dan dapat mengiritasi mukosa anus, terutama bila sudah ada luka.

