Artis Nunung mengungkapkan bisnis kuliner yang dijalankannya di Solo, Jawa Tengah, mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut omzet usahanya turun cukup tajam dalam kurun dua hingga tiga bulan.
Di tengah kondisi warung yang sepi, Nunung mengaku beberapa kali menemukan benda mencurigakan di sekitar area usahanya. Ia menyebut benda itu berupa bungkusan yang berisi tanah, yang menurutnya merupakan tanah kuburan. Temuan tersebut, kata Nunung, berada di area halaman parkir hingga jalur masuk menuju joglo warung.
Nunung mengatakan pada awalnya ia tidak langsung mempercayai laporan mengenai temuan tersebut. Ia menyebut dirinya bukan tipe orang yang mudah percaya pada hal-hal semacam itu. Namun, seiring warung yang terus sepi, ia mengaku mulai mengaitkan temuan bungkusan itu dengan turunnya jumlah pengunjung, meski tetap berupaya berpikir positif.
Kecurigaan Nunung bertambah setelah sejumlah pelanggan mempertanyakan mengapa warungnya disebut selalu tutup. Padahal, menurutnya, warung tetap beroperasi. Ia juga menceritakan beberapa kejadian ketika mobil yang sudah hendak parkir dan diarahkan petugas parkir, mendadak berputar balik.
Nunung turut menunjukkan foto bungkusan putih kumal yang terlihat berisi sesuatu berwarna cokelat tua menyerupai tanah. Ia menyatakan bungkusan tersebut beberapa kali ditemukan di sekitar warung ketika kondisi usaha sedang sepi.
Nunung juga mengklaim ada pola yang membuatnya semakin curiga. Menurutnya, warung kembali ramai setelah bungkusan yang disebut berisi tanah kuburan itu dibuang, namun kemudian ia mengaku menemukan kiriman serupa lagi. Ia menyebut para pegawai bahkan sempat mencari bungkusan tersebut hingga ke sudut-sudut area warung ketika pengunjung menurun.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nunung diketahui fokus menjalani bisnis warung makan dengan menu yang menggunakan resep-resep lawas yang dikuasainya. Usaha itu dijalankannya setelah ia menyatakan pulih dari kanker beberapa tahun lalu. Warung makanan khas Jawa tersebut pertama kali dibuka di Solo dan kemudian berkembang dengan membuka cabang di sejumlah daerah, termasuk Jakarta melalui kerja sama dengan Vicky Prasetyo.