BERITA TERKINI
MTsN 2 Bantul dan UAD Gelar Aksi Gizi 2026, Edukasi Pola Makan Sehat untuk Remaja

MTsN 2 Bantul dan UAD Gelar Aksi Gizi 2026, Edukasi Pola Makan Sehat untuk Remaja

MTsN 2 Bantul bekerja sama dengan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar kegiatan Aksi Gizi 2026 di musala madrasah, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai pola makan sehat sebagai bagian penting dalam masa pertumbuhan remaja.

Mengusung tema “Peran Gizi Seimbang dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045”, kegiatan tersebut berfokus pada edukasi kebutuhan gizi pada masa remaja. Kolaborasi ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menyampaikan pengetahuan kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Materi yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan gizi remaja, pencegahan anemia, serta pentingnya sarapan sebelum memulai aktivitas. Peserta didik diajak mengenali kebiasaan makan sehat dan memahami dampak pemenuhan nutrisi terhadap kondisi tubuh serta aktivitas belajar.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Bantul menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti Aksi Gizi bermanfaat untuk mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Ia menilai kebiasaan hidup sehat perlu dikenalkan sejak remaja agar dapat menjadi bagian dari keseharian.

“Anak-anak perlu memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari investasi untuk masa depan. Dengan mengetahui kebutuhan gizi dan menerapkan pola hidup sehat, mereka dapat lebih siap menjalani aktivitas belajar maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana dibuat interaktif melalui pemaparan narasumber dan mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat UAD, dilanjutkan sesi tanya jawab dan kuis. Keterlibatan peserta didik dalam diskusi dinilai membantu mereka menerima materi gizi dan kesehatan dengan lebih mudah, sekaligus mendorong keberanian untuk bertanya.

Melalui Aksi Gizi 2026, MTsN 2 Bantul berharap pengetahuan yang diperoleh peserta didik tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Kesadaran menjaga asupan gizi sejak usia remaja diharapkan turut mendukung tumbuh kembang peserta didik serta mempersiapkan generasi yang sehat dan produktif.