Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat, dikenal sebagai salah satu pintu masuk untuk menjelajahi kekayaan alam dan budaya Kalimantan Tengah, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi habitat orang utan. Arus kunjungan wisatawan ke kawasan ini turut mendorong kebutuhan akomodasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga merepresentasikan karakter lokal.
Mercure Pangkalan Bun menawarkan pengalaman menginap yang memadukan fasilitas modern dengan unsur budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah. Hotel ini berlokasi di pusat Pangkalan Bun, sekitar 15 menit dari Bandara Iskandar, sehingga dapat menjadi pilihan bagi pelancong bisnis maupun wisata.
Sebagai bagian dari jaringan Mercure, hotel tersebut mengusung konsep “Discover Local”. Penerapannya terlihat pada desain interior, sajian kuliner, hingga pelayanan yang terinspirasi dari karakter dan budaya Kalimantan Tengah.
General Manager Mercure Pangkalan Bun, Priyatna Widjajasoekma, menyampaikan bahwa konsep itu ditujukan untuk menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal. “Sejalan dengan konsep Discover Local yang menjadi identitas Mercure, kami mengajak setiap tamu untuk menikmati pengalaman yang autentik melalui sentuhan budaya, tradisi, serta keramahan masyarakat setempat,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/8/2026).
Ia berharap, kunjungan wisatawan ke Mercure Pangkalan Bun tidak hanya menjadi sebuah perjalanan, tetapi juga menghadirkan cerita dan kenangan yang berkesan.
Terinspirasi Rumah Betang
Unsur budaya Kalimantan Tengah turut dihadirkan melalui desain interior yang terinspirasi dari Rumah Betang, rumah adat suku Dayak yang melambangkan kebersamaan dan semangat gotong royong. Nuansa tersebut diterjemahkan lewat penggunaan material alami seperti kayu dan anyaman rotan, yang dipadukan dengan desain kontemporer.
Sentuhan lokal juga diterapkan pada 150 kamar dan suite rooms yang dirancang dengan gaya modern. Selain akomodasi, hotel ini menyediakan fasilitas untuk kegiatan bisnis dan sosial, termasuk Batuah Ballroom, ruang pertemuan tanpa pilar yang disebut mampu menampung hingga 800 tamu serta dilengkapi teknologi audiovisual.
Ruang tersebut dapat digunakan untuk pernikahan, konferensi, pameran, dan berbagai kegiatan sosial. Mercure Pangkalan Bun juga memiliki enam ruang pertemuan multifungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis maupun kegiatan privat.
Kuliner lokal dan internasional
Pengalaman menginap turut dilengkapi unsur lokal melalui sajian kuliner. Restoran Kelakai yang beroperasi sepanjang hari mengusung konsep “Glocal”, yakni perpaduan cita rasa internasional dengan kekayaan kuliner daerah.
Nama Kelakai terinspirasi dari tanaman yang banyak ditemukan di Kalimantan Tengah. Restoran ini juga menggunakan sejumlah bahan lokal untuk menghadirkan beragam hidangan bagi tamu. Beberapa menu yang disebut disajikan antara lain Coto Manggala dan Bingka Kentang, sedangkan pilihan minumannya mencakup Teh Bajakah dan Sunset Kecubung.
Selain restoran, hotel memiliki Malining Lobby Lounge yang menyediakan kopi, minuman lain, serta aneka pastry. Tamu juga dapat bersantai di Palapas Rooftop sambil menikmati panorama kota.
Fasilitas lain yang tersedia meliputi kolam renang, pusat kebugaran, spa, sauna, serta Danum Pool Bar yang dapat digunakan untuk bersantai bersama keluarga maupun kolega.
Praktik keberlanjutan
Mercure Pangkalan Bun juga menerapkan praktik keberlanjutan melalui penggunaan tas purun buatan perajin lokal. Langkah ini ditujukan untuk mendukung perekonomian masyarakat serta mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.
Akses ke destinasi sekitar
Selain menawarkan pengalaman menginap bernuansa lokal, Mercure Pangkalan Bun memiliki akses menuju sejumlah destinasi wisata di sekitarnya. Pangkalan Bun merupakan gerbang menuju Taman Nasional Tanjung Puting, kawasan konservasi orang utan yang telah diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO.
Dari hotel, wisatawan dapat mencapai Pelabuhan Kumai dalam waktu sekitar 30–35 menit. Pelabuhan ini menjadi titik keberangkatan untuk menjelajahi Taman Nasional Tanjung Puting menggunakan perahu tradisional klotok. Perjalanan menyusuri sungai tropis tersebut membawa wisatawan menuju habitat alami orang utan dan beragam satwa endemik Kalimantan.
Untuk wisata sejarah, tamu juga dapat mengunjungi Istana Kuning dan Istana Mangkubumi yang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari hotel. Kedua lokasi itu dapat menjadi pilihan untuk mengenal sejarah dan warisan budaya Kesultanan Kutaringin.
Terhubung dengan ALL Accor
Mercure Pangkalan Bun terhubung dengan ALL Accor, platform pemesanan dan program loyalitas Accor. Anggota dapat memperoleh sejumlah manfaat serta mengumpulkan poin selama menginap, yang dapat ditukarkan untuk kebutuhan akomodasi, bersantap, dan berbagai pengalaman lain di jaringan Accor.