Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Indonesia Summer Cooking Experience yang digagas Kementerian Perdagangan RI di Ron Gastrobar, Amsterdam, Belanda. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) yang dirancang untuk memperkenalkan kuliner Nusantara sekaligus menjembatani pelaku usaha internasional dengan produk pangan dan jenama kuliner unggulan Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, penetrasi produk kuliner lokal ke pasar internasional membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Ia menilai kekayaan kuliner tidak hanya merepresentasikan identitas budaya, tetapi juga perlu memberikan nilai tambah ekonomi yang konkret bagi pelaku kreatif.
“Kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang merepresentasikan budaya, tradisi, dan kreativitas Indonesia. Melalui program S’RASA, kolaborasi menjadi sarana untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara sekaligus memperluas pengenalan produk dan jenama kuliner Indonesia di pasar internasional,” ujar Teuku Riefky, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, skema kerja sama lintas sektor membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk mengeksplorasi kemitraan strategis dengan importir, distributor, dan calon mitra bisnis global. Ekraf, kata dia, menyiapkan berbagai bentuk fasilitasi, mulai dari promosi, partisipasi pameran internasional, hingga business matching guna mempertemukan pelaku usaha dengan pasar global.
Indonesia Summer Cooking Experience dikemas sebagai agenda business engagement interaktif yang memadukan hands-on cooking experience, shared dining, pameran produk, dan business networking. Acara ini dihadiri pelaku usaha kuliner berbasis di Belanda, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, serta perwakilan jaringan ritel lokal seperti Warung Barokah (Amsterdam) dan Toko Kalimantan (Zaandam).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung. Para peserta juga diajak mempraktikkan pengolahan empat hidangan khas Nusantara, yakni sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren. Pengalaman tersebut ditujukan untuk memperdalam pemahaman calon mitra bisnis di Belanda mengenai penggunaan bahan baku otentik Indonesia dan keunikan profil rasa kuliner Nusantara.
Program S’RASA disebut sebagai transformasi dari gerakan gastrodiplomasi Indonesia Spice Up the World (ISUTW) yang diluncurkan sejak Agustus 2025. Program ini melibatkan sinergi enam kementerian/lembaga melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), dengan Ekraf mengambil peran strategis lewat Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain.
Dalam kerangka kerja sama tersebut, Ekraf berfokus pada fasilitasi promosi, partisipasi pameran global, business matching, serta penguatan rantai pasok dan jejaring industri bagi jenama-jenama binaan. Pemerintah juga menilai Belanda, yang berperan sebagai hub logistik utama di kawasan Eropa, memiliki potensi pasar yang adaptif terhadap tren kuliner internasional.
Dalam kesempatan itu, sejumlah produk unggulan Indonesia turut diperkenalkan, antara lain Kecap Bango, gula aren PT Mahorahora Bumi Nusantara, serta Kopi Kapal Api yang disiapkan untuk masuk ke jaringan distribusi Eropa.