BERITA TERKINI
Menjelang Ramadan, Harga Pangan Bergerak Beragam: Bawang dan Cabai Turun, Minyak Goreng dan Telur Berfluktuasi

Menjelang Ramadan, Harga Pangan Bergerak Beragam: Bawang dan Cabai Turun, Minyak Goreng dan Telur Berfluktuasi

Pergerakan harga pangan nasional menjelang Ramadan terpantau beragam pada Ahad, 25 Januari 2026 (H-24 Ramadan). Sejumlah komoditas mengalami penurunan, terutama bawang dan cabai, sementara beberapa komoditas lain seperti minyak goreng menunjukkan kenaikan. Data ini tercermin dalam pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia dan panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, harga bawang merah turun 5,76 persen menjadi Rp 44.200 per kilogram. Bawang putih juga turun tipis 0,49 persen ke level Rp 40.500 per kilogram.

Harga beras cenderung stabil dengan arah melemah. Beras kualitas bawah I tercatat bertahan di Rp 14.400 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II turun 0,69 persen ke harga yang sama. Beras kualitas medium I turun 0,63 persen menjadi Rp 15.900 per kilogram dan medium II turun menjadi Rp 15.750 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super tipe I turun menjadi Rp 17.100 per kilogram dan super tipe II melemah ke Rp 16.650 per kilogram.

Kelompok cabai didominasi tren penurunan. Cabai merah besar turun 3,47 persen menjadi Rp 38.950 per kilogram, cabai merah keriting melemah 5,25 persen ke Rp 39.700 per kilogram, dan cabai rawit hijau turun 6,6 persen menjadi Rp 52.400 per kilogram. Di sisi lain, cabai rawit merah naik tipis 0,64 persen ke Rp 55.000 per kilogram.

Dari kelompok protein, harga daging ayam ras segar turun 1,23 persen menjadi Rp 40.200 per kilogram. Daging sapi kualitas I naik sangat tipis menjadi Rp 142.700 per kilogram, sedangkan kualitas II turun ke Rp 135.000 per kilogram. Harga telur ayam ras segar menurut PIHPS tercatat turun 1,55 persen menjadi Rp 31.700 per kilogram.

Untuk bahan pokok lain, gula pasir premium masih stabil di Rp 19.850 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal naik tipis menjadi Rp 18.300 per kilogram. Minyak goreng curah tercatat naik ke Rp 18.850 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I turun menjadi Rp 22.600 per liter, sementara kemasan bermerek II naik ke Rp 21.550 per liter.

Sementara itu, data panel harga pangan Bapanas juga menunjukkan penurunan pada sejumlah komoditas beras dan cabai. Harga beras SPHP Bulog di tingkat konsumen tercatat Rp 12.338 per kilogram dan disebut masih berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET) nasional. Beras medium non-SPHP dijual rata-rata Rp 13.681 per kilogram, beras medium Rp 13.097 per kilogram, dan beras premium Rp 15.450 per kilogram.

Untuk cabai, Bapanas mencatat harga cabai rawit merah secara nasional berada di Rp 46.729 per kilogram dan masih sesuai dengan harga acuan penjualan. Cabai merah keriting tercatat Rp 30.119 per kilogram dan cabai merah besar Rp 30.254 per kilogram, keduanya disebut berada di bawah harga acuan.

Namun, Bapanas mencatat harga telur ayam ras naik 1,86 persen menjadi Rp 30.559 per kilogram dan melampaui harga acuan nasional. Harga minyak goreng rakyat Minyakita juga disebut masih bertahan di atas HET Rp 15.700 per liter, dengan rata-rata nasional Rp 17.189 per liter.

Komoditas lain yang tercatat turun dalam pantauan Bapanas antara lain daging ayam ras yang berada di Rp 37.096 per kilogram dan daging sapi murni yang turun ke Rp 132.925 per kilogram. Untuk perikanan, harga ikan kembung tercatat Rp 41.278 per kilogram, ikan tongkol Rp 34.156 per kilogram, dan ikan bandeng Rp 32.515 per kilogram.

Bapanas juga mencatat harga bawang merah nasional berada di Rp 38.541 per kilogram dan bawang putih bonggol Rp 37.647 per kilogram. Harga gula konsumsi tercatat Rp 18.062 per kilogram, garam konsumsi Rp 10.989 per kilogram, serta tepung terigu kemasan Rp 12.404 per kilogram.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman menyatakan harga jual bahan pangan selama Ramadan tahun ini tidak akan melampaui HET. Ia menyebut keyakinan itu ditopang oleh ketersediaan stok pangan, dengan cadangan beras nasional mencapai 3,3 juta ton dan stok minyak goreng sekitar 700 ribu ton. “Jadi ini juga tidak ada alasan untuk naik,” kata Amran di kompleks Kementerian Pertanian, Kamis, 22 Januari 2026.

Amran menegaskan pemerintah akan menindak pelaku usaha yang menjual bahan pokok di atas HET melalui Satuan Tugas Pangan. Ia juga menyebut para pemangku kepentingan—mulai produsen, distributor, pedagang, hingga konsumen—sepakat menjaga harga pangan strategis tetap sesuai ketentuan.