BERITA TERKINI
Meatzilla Pontianak Kembangkan Produk Ritel Halal dari Usaha Grill

Meatzilla Pontianak Kembangkan Produk Ritel Halal dari Usaha Grill

UMKM kuliner asal Pontianak, Meatzilla, memperluas model bisnisnya dari makanan siap saji di outlet menjadi produk ritel yang dapat dipasarkan lebih luas. Usaha yang bermula dari menu grill, barbecue, dan shabu-shabu sejak 2016 itu kini mengembangkan produk seperti kimchi dan saus barbecue.

Pemilik Meatzilla, Fenny, mengatakan pengembangan produk ritel dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan makanan praktis dan bisa diolah sendiri di rumah.

“Kita kepikiran untuk menciptakan produk yang praktis. Bisa kita sajikan sendiri di rumah untuk barbecue-an, untuk olesan juga bisa. Untuk pizza, burger itu juga bisa kita gunakan,” ujar Fenny dalam program UMKM Bicara, Senin, 28 September 2026.

Menurut Fenny, inovasi produk menjadi salah satu cara pelaku UMKM mengikuti perubahan kebutuhan konsumen. Produk yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di outlet kemudian dikembangkan agar dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan memasak di rumah.

Dalam pengembangan tersebut, Meatzilla juga telah mengantongi sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Fenny menilai sertifikasi halal penting untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada konsumen, terutama karena sebagian besar pelanggan Meatzilla merupakan masyarakat Muslim.

“Memang kalau kita untuk produk kuliner apalagi di outlet itu kita punya customer juga kebanyakan muslim. Jadi memang kita meyakinkan para customer kita juga bahwa produk ini halal dan bisa dinikmati oleh teman-teman muslim,” tegasnya.

Sementara itu, Auditor LPPOM MUI Kalimantan Barat, Syaiful Yusuf, S.Si., menjelaskan bahwa proses sertifikasi halal tidak hanya terkait bahan baku. Pengawasan juga mencakup proses produksi hingga penyajian, termasuk upaya memastikan peralatan yang digunakan tidak terkontaminasi bahan yang tidak memenuhi ketentuan halal.

“Titik kritis kalau misalnya di outlet itu terkait dine-in seperti apa. Bagaimana si owner ini, si pemilik toko atau manajemennya itu bisa memastikan ketika pelanggan datang kemudian makan di situ, menggunakan peralatan di situ, bisa menjaga agar tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan dari luar,” jelas Syaiful.

Menurut Syaiful, pemahaman mengenai proses dan titik kritis halal penting bagi pelaku UMKM seiring berkembangnya usaha kuliner. Sertifikasi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Ia mengingatkan pelaku UMKM agar memanfaatkan berbagai program fasilitasi sertifikasi halal yang tersedia sehingga tidak menunda proses pengurusannya.

“Sayang sangat disayangkan di momen-momen seperti ini yang banyak gratis kemudian kok dilewatkan gitu,” tuturnya.

Pengalaman Meatzilla menunjukkan bahwa pengembangan produk ritel dapat menjadi salah satu langkah UMKM kuliner untuk memperluas pasar. Di sisi lain, pemenuhan aspek halal dipandang penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.