BERITA TERKINI
MBG di Sleman Selama Ramadan Diperketat, Disdik Wajibkan Menu Bergizi Seimbang

MBG di Sleman Selama Ramadan Diperketat, Disdik Wajibkan Menu Bergizi Seimbang

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman selama Ramadan dipastikan tetap mengedepankan prinsip gizi seimbang. Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menegaskan paket makanan tidak boleh hanya didominasi karbohidrat, seperti roti, melainkan harus memenuhi standar kebutuhan gizi anak.

Penegasan ini disampaikan menyusul hasil evaluasi sebelumnya yang menemukan komposisi paket MBG masih belum ideal dari sisi kandungan nutrisi. Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Disdik Sleman, Akhmad Ritaudin, menyatakan pihaknya perlu tegas mengawal konsumsi siswa. Menurut dia, evaluasi pada libur semester lalu menunjukkan masih ada paket yang belum memenuhi komposisi gizi seimbang.

Sebagai tindak lanjut, Disdik meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperbaiki kualitas isi paket MBG. Selain roti sebagai sumber energi, menu diminta dilengkapi telur atau sumber protein lain, susu, serta buah.

Disdik menilai komposisi tersebut penting agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, termasuk selama Ramadan dan masa libur sekolah. Pengawasan juga diperkuat melalui kolaborasi pengawas sekolah dan SPPG, termasuk dengan uji petik di sejumlah sekolah. Disdik turut mengedukasi kepala sekolah agar tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga mengawal kualitas menu.

“Sebelum kami [tim Disdik] pergi ke rumah dinas bupati, saya lebih dulu melakukan uji petik,” kata Ritaudin saat dihubungi, Kamis (12/2/2026).

Uji petik dilakukan di SDN Kentungan dan salah satu sekolah di Kapanewon Mlati. Menurut Ritaudin, kedua sekolah tersebut telah menggelar rapat bersama SPPG untuk membahas menu dan distribusi MBG selama Ramadan. Dalam pelaksanaannya, menu MBG diberikan dalam bentuk makanan kering dengan komposisi gizi seimbang. Distribusi dilakukan secara rapel setiap tiga hari sekali, dengan paket berisi menu untuk tiga hari.

Ritaudin menambahkan, koordinator pengawas jenjang SD telah diinformasikan mengenai hasil uji petik tersebut. Ia menyebut praktik di dua sekolah itu akan dijadikan contoh untuk ditiru, sekaligus menjadi bagian dari pengawalan dan evaluasi pelaksanaan program.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Percepatan Program MBG Pemkab Sleman, Agung Armawanta, menyebut total penerima manfaat Program MBG di Sleman mencapai 251.356 orang per 6 Februari 2026. Jumlah terbesar berasal dari jenjang SD sebanyak 86.768 siswa, disusul SMP 47.389 orang dan SMA/SMK 45.060 orang.

Selain itu, penerima dari PAUD dan TK mencapai 40.114 anak. Program MBG juga menyasar siswa SLB dan santri pondok pesantren dengan total 3.258 penerima.

Dengan jumlah penerima yang besar, pengawasan kualitas menu MBG di Sleman dinilai krusial agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai. Disdik Sleman memastikan evaluasi dan uji petik dilakukan secara berkala untuk menjaga standar gizi tetap terpenuhi selama Ramadan.