BERITA TERKINI
Maxim Salurkan 28 Tenda dan Gelar Pelatihan Digital untuk UMKM di Festival Kuliner Banjar 2026

Maxim Salurkan 28 Tenda dan Gelar Pelatihan Digital untuk UMKM di Festival Kuliner Banjar 2026

Maxim menyalurkan 28 unit tenda operasional dan menggelar pelatihan digitalisasi bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Festival Kuliner Banjar 2026. Acara yang digelar pada 25 Juli di Jakarta Selatan itu disebut menarik lebih dari 700 pengunjung dan mendapat sambutan dari masyarakat.

Festival berlangsung di Jalan Sagu No. 81, Ragunan, Jakarta Selatan. Selain menyediakan sarana berjualan, Maxim juga memberikan pembekalan pemanfaatan layanan Foods & Goods sebagai instrumen penjualan digital untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar di luar area festival.

Head of Subdivision Maxim Jakarta, Muhammad Richie Rafsanjani, mengatakan dukungan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM menjangkau masyarakat yang lebih luas. “Kami berharap dukungan ini dapat membantu UMKM menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ketika para pengusaha memiliki tempat yang nyaman untuk menyajikan produk mereka, peluang untuk tumbuh menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.

Menurut Richie, kombinasi dukungan infrastruktur fisik dan solusi digital ditujukan untuk memberi manfaat ganda bagi pelaku usaha, yakni peluang peningkatan penjualan selama acara serta prospek jangka panjang melalui akses pasar digital.

Dalam festival itu, pelaku UMKM menyajikan beragam kuliner Banjar, antara lain Soto Banjar, Ketupat Kandangan, Nasi Kuning Banjar, lontong, hingga aneka kue tradisional. Maxim menilai pendekatan yang memadukan fasilitas berjualan dan edukasi digital membantu peserta memahami pentingnya integrasi ke ekosistem digital, termasuk kemampuan menerima pesanan jarak jauh, mengoptimalkan pengiriman, dan memperluas basis pelanggan setelah acara berakhir.

Inisiatif di Festival Kuliner Banjar 2026 disebut menjadi bagian dari program dukungan Maxim untuk UMKM. Sebelumnya, perusahaan juga menyalurkan sejumlah perlengkapan penunjang operasional seperti celemek, payung jualan, papan informasi, tanda “Buka/Tutup”, hingga penanda dinding, yang ditujukan untuk meningkatkan standar profesionalisme dan daya tarik lapak.

Ke depan, Maxim menyatakan komitmennya untuk memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong ekosistem bisnis lokal yang mandiri, kompetitif, dan inklusif, serta membuka peluang kolaborasi untuk program pengembangan ekonomi masyarakat jangka panjang.