Lhokseumawe—Pelaku UMKM sekaligus pengusaha perempuan asal Kota Lhokseumawe, Fauziah Noviani, membagikan pengalamannya merintis usaha sambil menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Ia menyampaikan hal tersebut dalam program Obrolan UMKM di RRI Pro Satu Lhokseumawe, Senin, 9 Februari 2026.
Fauziah, yang merupakan mantan pegawai BUMN, menuturkan bahwa langkah awalnya berwirausaha didorong tekad kuat, keberanian, serta strategi dalam membaca peluang. Ia menekankan pentingnya keseriusan dan manajemen waktu agar usaha tetap bisa berjalan tanpa mengabaikan kewajiban di rumah.
Usaha pertama yang digeluti Fauziah adalah penjualan pakaian dalam (underwear) wanita. Ia telah menekuni bidang ini selama 15 tahun dan memilihnya karena menilai underwear merupakan kebutuhan yang tidak lekang oleh waktu. “Beda halnya dengan menjual pakaian, kalau sudah beda zaman sudah beda model dan trennya, dan pun banyak pesaingnya. Tapi kalau pakaian dalam lebih long lasting,” ujar Fauziah.
Menurutnya, produk underwear akan selalu dicari masyarakat, terutama jika ditawarkan dengan kualitas baik dan pilihan harga yang variatif. Di tokonya, ia menyediakan beragam merek, bahan, dan model. Fauziah juga melayani konsultasi bagi pembeli yang kebingungan memilih underwear, termasuk untuk kebutuhan isi hantaran.
Selain bisnis underwear, Fauziah mengembangkan usaha kuliner bernama Mie Jebew yang berlokasi di tempat yang sama. Ia menyebut usaha kuliner itu dijalankan sebagai sumber pemasukan tambahan, terutama saat penjualan underwear sedang sepi.
“Saya bikin bisnis sampingan kuliner, supaya ketika underwear sepi, saya bisa memiliki pemasukan lainnya lewat bisnis kuliner. Karena kuliner kan setiap hari dicari, apalagi mie yang rata-rata disukai semua orang,” tuturnya.
Saat ini, usaha underwear dan Mie Jebew dijalankan secara beriringan dan disebut telah memiliki pelanggan yang cukup banyak. Ke depan, Fauziah berharap dapat menambah outlet serta jumlah pekerja agar bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat.

