Seorang mantan pekerja perbankan bernama Fauzi kini menekuni usaha kuliner di Medan. Ia memulai langkahnya dari menjadi pemasok salah satu produk makanan yang dijual dengan sistem franchise, sebelum akhirnya mengembangkan usaha sendiri dengan membuka lapak di kawasan samping PRSU Medan.
Usaha yang telah berjalan sekitar satu bulan itu menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman. Menu yang tersedia antara lain nasi bakar, nasi kuning, kue nona, kebab, serta sejumlah makanan dan minuman kekinian lainnya.
Fauzi mengembangkan usahanya dengan konsep franchise atau waralaba. Sejumlah produk yang dijual berasal dari sistem kemitraan. Menurutnya, konsep ini dipilih karena dapat membantu pelaku usaha memulai bisnis dengan produk yang sudah memiliki konsep, sehingga lebih mudah dikembangkan dan dipasarkan.
Ia menjalankan usaha tersebut bersama istrinya, Keprilia. Fauzi mengatakan, lapaknya mulai beroperasi sejak pukul 07.00 pagi, dengan rentang harga makanan dan minuman yang terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000. “Sudah sebulan ini saya menekuni peluang usaha ini bersama istri, alhamdulillah omsetnya lumayan,” ujarnya pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Sebelum terjun ke dunia usaha, Fauzi bekerja di sektor perbankan. Keinginannya untuk menjadi pengusaha mendorongnya mencoba berwirausaha, dimulai dari peran sebagai pemasok hingga akhirnya memiliki lapak sendiri.
Dalam menjalankan usahanya, Fauzi dan istrinya juga memandang bisnis tersebut sebagai bagian dari upaya membantu dan mengembangkan UMKM. Meski baru berjalan satu bulan, pendapatan yang diperoleh saat ini disebut berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.
Dengan pilihan menu yang semakin beragam dan konsep waralaba yang dijalankan, Fauzi berharap usahanya dapat terus berkembang, memiliki pelanggan tetap, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lain untuk ikut berwirausaha.