BERITA TERKINI
Mahasiswa UNAIR Gelar Program “Gas-Kan Gizi” untuk Edukasi Gizi Seimbang dan Cegah Stunting di Mulyorejo

Mahasiswa UNAIR Gelar Program “Gas-Kan Gizi” untuk Edukasi Gizi Seimbang dan Cegah Stunting di Mulyorejo

Risiko stunting masih ditemukan di Surabaya meski akses terhadap fasilitas kesehatan dan pangan relatif baik. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai gizi seimbang dan pola konsumsi yang tepat, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, terutama pada masa tumbuh kembang usia dini.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan Program “Gas-Kan Gizi”, sebuah kegiatan edukasi kesehatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan ini menyasar ibu yang memiliki anak usia 2–5 tahun di RW 02 Kelurahan Mulyorejo sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Program berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, di Balai RT 03 RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pukul 10.30 hingga 12.00 WIB dan diikuti 10 peserta yang terdiri dari ibu dan anak usia 2–5 tahun.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK bertindak sebagai fasilitator yang menyampaikan materi edukasi gizi sekaligus menggelar demonstrasi memasak makanan bergizi. Mereka menyoroti persoalan yang masih dihadapi masyarakat setempat, yakni keterbatasan pemahaman ibu mengenai stunting dan gizi seimbang. Sebagian ibu masih menganggap stunting hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tanpa memahami dampaknya terhadap perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang.

Selain itu, keterbatasan pengetahuan dalam mengolah makanan bergizi dengan bahan sederhana juga dinilai menjadi kendala pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Untuk menjawab tantangan tersebut, materi edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi mencakup pengertian gizi seimbang, pentingnya asupan protein hewani, serta peran nutrisi dalam mendukung pertumbuhan anak.

Edukasi dilengkapi dengan demonstrasi memasak menu bergizi menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan terjangkau, sehingga dapat dipraktikkan langsung oleh peserta di rumah. Penanggung jawab kegiatan, Rafi Aliefiyanto, menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk mendorong perubahan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi keluarga. “Melalui edukasi dan demo masak ini, kami berharap ibu-ibu dapat lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam menu sehari-hari untuk mencegah stunting,” ujarnya.

Program “Gas-Kan Gizi” disebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-being. Berdasarkan hasil kegiatan, pemahaman peserta mengenai stunting dan gizi seimbang meningkat, disertai keterampilan dasar dalam mengolah makanan bergizi. Capaian tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran ibu dalam menjaga kesehatan anak dan diharapkan berkontribusi pada pencegahan stunting di tingkat keluarga sejak dini.