BERITA TERKINI
Mahasiswa UM-BBM Gelar Sosialisasi Gema Keluarga Sehat di Petungsewu, Tekankan Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik

Mahasiswa UM-BBM Gelar Sosialisasi Gema Keluarga Sehat di Petungsewu, Tekankan Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik

Petungsewu, Wagir—Mahasiswa UM-BBM (Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat) menggelar kegiatan bertajuk Gema Keluarga Sehat pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan setelah agenda inti PKK dan menyasar ibu-ibu PKK RT 09 RW 03 Dusun Petungsewu.

Tim UM-BBM Petungsewu mengajak peserta mengikuti sosialisasi yang dipusatkan di posko. Sebanyak 13 ibu PKK tercatat hadir. Panitia menyiapkan materi presentasi dalam bentuk power point, lembar pre-test dan post-test, serta beberapa jamuan sebelum kegiatan dimulai.

Salah satu pemateri, Dhifa, menyebut peserta aktif mengikuti jalannya sosialisasi. “Selama sosialisasi, ibu-ibu mendengarkan materi dengan baik, pertanyaan interaktif yang sewaktu-waktu ditanyakan oleh pemateri ditanggapi dengan antusias, dan ibu-ibu kerap menanyakan hal yang mereka tidak paham,” ujar Dhifa.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan penyakit tidak menular melalui penerapan gizi seimbang dan aktivitas fisik. Topik tersebut diangkat karena banyaknya kasus penyakit tidak menular, terutama hipertensi, di Dusun Petungsewu. Materi pengantar tentang penyakit tidak menular disampaikan agar peserta merasa isu tersebut dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus memahami pentingnya perubahan kebiasaan.

Sebelum pemaparan materi, peserta mengerjakan pre-test. Hasilnya menunjukkan sebagian peserta sudah dapat membedakan penyakit tidak menular dan memahami sedikit tentang penyebarannya, namun mayoritas peserta belum memahami konsep tersebut.

Nadhifah Auliya Kahla dari jurusan Kesehatan Masyarakat menyampaikan pengenalan PTM (Penyakit Tidak Menular), termasuk ciri-ciri dan penyebab obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus, serta contoh dan kebutuhan gizi mikro per hari. Dhifa juga menekankan pentingnya kewaspadaan karena gejala penyakit tidak menular dapat muncul bertahap atau tidak terasa pada beberapa kasus. “Saya berharap dari sosialisasi ini, ibu-ibu bisa lebih memperhatikan kondisi fisiknya karena penyakit tidak menular ini gejalanya bertahap atau bahkan gejala tidak terasa dalam beberapa kasus,” ujar Dhifa.

Materi lain disampaikan Averos Afwa Rahman dari jurusan Ilmu Keolahragaan, yang membahas pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh), contoh dan kebutuhan gizi makro sehari-hari, pencegahan penyakit melalui konsep “isi piringku”, serta aktivitas fisik dan manfaatnya. “Pesan untuk ibu-ibu PKK, semoga apa yang telah saya dan rekan saya sampaikan dapat bermanfaat untuk ibu-ibu sekalian supaya kita bersama-sama dapat hidup sehat dan bugar,” kata Averos.

Sosialisasi berlangsung hingga sesi tanya jawab dan post-test. Berdasarkan evaluasi, pemahaman peserta meningkat setelah mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat dari nilai post-test yang lebih baik dibandingkan pre-test, sehingga materi dinilai dapat diterima dan dipahami peserta.

Salah satu peserta, Bu Lamsri, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UM-BBM. “Saya mewakili warga sangat bersyukur dan berterimakasih pada mas-mbak karena telah memberikan sosialisasi kesehatan pada kami. Apalagi kami para lansia kan sangat butuh materi seperti ini. Saya juga justru minta maaf karena yang datang ternyata sedikit. Semoga mas-mbaknya semua sukses di KKN ini dan bisa menggapai cita-cita serta pekerjaan yang terbaik. Sekali lagi terima kasih, nggih.. Salam juga ke orang tua sampeyan pas udah pulang,ya!” ujarnya.

Melalui Gema Keluarga Sehat, mahasiswa UM-BBM berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup lebih sehat. Dengan pemahaman tentang gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pencegahan penyakit tidak menular, ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan sekitar.