Modal awal Rp300 ribu menjadi langkah pertama Nadwah Mumtazah mengembangkan usaha kuliner saat masih berstatus mahasiswa. Mahasiswa semester tiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon ini kini mengelola dua lini usaha, HalaDimsum dan Bakedbyhala, yang menawarkan dimsum, soft cookies, serta Dubai Chewy.
Nadwah menjelaskan, modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku. Sementara itu, sejumlah peralatan produksi dan kebutuhan awal lainnya memanfaatkan fasilitas dari orang tua karena pada tahap awal ia menjalankan sistem pre-order (PO) dari rumah.
Ia juga menyebut sejak kecil terbiasa menabung sehingga memilih memakai uang tabungannya sendiri untuk memulai usaha, meski orang tua sempat menawarkan bantuan modal. Usaha dimsum yang mulai dijalankan sejak Maret 2025 itu sempat mencatat pesanan sekitar 300–500 porsi per hari ketika menggunakan sistem pre-order.
Menurut Nadwah, strategi harga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk kepada pasar, terutama kalangan mahasiswa yang menjadi target konsumennya. Ia berupaya menjaga harga tetap terjangkau karena memahami kondisi mahasiswa sebagai segmen pasar utama.
Strategi serupa diterapkan pada produk Dubai Chewy. Nadwah mengatakan ia menggunakan campuran pistachio dan cokelat putih untuk menekan biaya produksi, mengingat harga pistachio relatif tinggi. Saat ini, Dubai Chewy dijual sekitar Rp19 ribu per potong, sedangkan soft cookies dibanderol Rp9 ribu per buah.
Untuk mempertahankan harga dimsum, Nadwah memanfaatkan lokasi usaha milik keluarganya di kawasan Trusmi sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. Ia menambahkan, biaya seperti listrik ditanggungnya sendiri.
Dalam pengembangan usaha, Nadwah mengandalkan kualitas rasa, harga yang terjangkau, serta pemasaran melalui platform digital. Produk soft cookies miliknya disebut telah dikirim hingga Kalimantan dan Padang melalui jaringan pelanggan.
Meski demikian, ia mengakui pengelolaan keuangan masih menjadi aspek yang perlu diperbaiki agar bisnis yang dibangun sejak masa kuliah dapat berkembang lebih terstruktur.