Tim MeRAMU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sosialisasi Paguyuban Miedes pada Kamis, 10 September 2026, di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kebersamaan para pelaku usaha miedes sekaligus mendorong pengembangan potensi kuliner di Srihardono. Acara diikuti para pelaku usaha miedes dan diawali dengan pengisian pre-test oleh seluruh peserta.
Ketua MeRAMU IMM FEB, Muhamad Abi Saputra, berharap warga berpartisipasi aktif selama sosialisasi berlangsung. Ia mengajak peserta menyampaikan pendapat, bertanya, dan memberi masukan agar persoalan yang dihadapi bersama dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara kolektif.
Carik Kalurahan Srihardono, Khozimatul Luthfiah, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasi kepada UAD, dosen, serta pihak-pihak terkait atas program yang dinilai bermanfaat bagi pelaku usaha miedes. Ia juga berharap Festival Miedes dan program lainnya dapat berjalan lancar dan memberi dampak bagi masyarakat. Pemerintah kalurahan turut mengajak warga untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan mendorong kemajuan Srihardono.
Materi utama disampaikan oleh Dr. Dini Yuniarti, S.E., M.Si., CIQnR., yang membahas potensi miedes sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Pelestarian kuliner tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi Kalurahan Srihardono untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Dalam sosialisasi juga ditekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata, termasuk pada tahap perencanaan. Dengan keterlibatan warga, potensi yang dimiliki Srihardono diharapkan dapat dikembangkan secara bersama-sama.
Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar miedes semakin dikenal. Riyan berharap kuliner tersebut dikenal masyarakat luar daerah yang ingin mencicipinya. Esti juga menyampaikan harapan serupa agar miedes semakin terkenal.
Miedes merupakan singkatan dari “Mie Pedes, Mie Desa”. Selain peluang promosi dan pengembangan kuliner, para pelaku usaha disebut menghadapi kendala, salah satunya terkait modal usaha. Melalui pembentukan paguyuban, salah satu program yang direncanakan adalah simpan pinjam untuk membantu mendukung kebutuhan pelaku usaha.
Paguyuban ini diharapkan menjadi wadah bersama untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha miedes. Sementara itu, pelaksanaan Festival Miedes juga diharapkan dapat memperkenalkan miedes lebih luas sehingga pada akhirnya turut berdampak pada peningkatan pendapatan para pelaku usaha.