Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar edukasi pencegahan stunting melalui Program “Suamiku Terbaik” di RW 10 Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) Promosi Kesehatan dan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang balita.
Program tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Mirza Nuraikan, Alfi Hamduna, Erlina Sari Pujirahayu, dan Endang Widilestari di bawah bimbingan Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H. Melalui pendekatan promosi kesehatan berbasis keluarga, tim mahasiswa mengajak masyarakat melihat pencegahan stunting sebagai upaya yang memerlukan peran aktif ayah dan ibu, termasuk dalam pengasuhan, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penciptaan lingkungan rumah yang sehat.
Edukasi diberikan kepada ibu yang memiliki balita dengan menggunakan media presentasi PowerPoint. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, faktor penyebab, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, pentingnya gizi seimbang, pemantauan berat dan tinggi badan, hingga peran ayah dalam mendukung kesehatan anak.
Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi. Dalam sesi ini, peserta didorong untuk berbagi pengalaman sekaligus berkonsultasi mengenai penerapan pencegahan stunting dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong keluarga menerapkan pola pengasuhan yang lebih kolaboratif.
Tim mahasiswa menekankan bahwa keterlibatan ayah dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah. Contohnya, mendampingi anak saat makan, membantu menyediakan makanan bergizi, bermain bersama anak, membantu ibu dalam pengasuhan, mengetahui jadwal Posyandu, serta memperhatikan hasil pemantauan pertumbuhan balita. Ayah juga didorong untuk terlibat dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dan kebutuhan anak.
Selain aspek pengasuhan dan gizi, peserta juga diedukasi mengenai pentingnya menciptakan rumah yang sehat dan aman bagi balita, termasuk menghindarkan anak dari paparan asap rokok. Keluarga diajak membangun komitmen bersama agar tidak merokok di dalam rumah maupun di sekitar anak sebagai langkah menjaga kesehatan balita.
Sebagai tindak lanjut, peserta diperkenalkan dengan Logbook Challenge Ayah, yakni media pendukung Program “Suamiku Terbaik” yang memuat berbagai aktivitas yang dapat dilakukan ayah bersama anak dan keluarga. Logbook tersebut diharapkan membantu keluarga membangun kebiasaan positif secara bertahap sekaligus memantau keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Pelaksanaan kegiatan didukung melalui koordinasi dengan Ketua RW 10 Jogokaryan, Puskesmas Mantrijeron, Kelurahan Mantrijeron, kader Posyandu, serta kelompok PKK. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat pesan kesehatan sekaligus mendukung penerapan pengasuhan bersama di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa UAD menyampaikan upaya promosi kesehatan yang aplikatif, partisipatif, dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Tim pelaksana berharap semakin banyak keluarga memahami bahwa keterlibatan ayah merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehingga semangat “Ayah Terlibat, Anak Sehat” dapat menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.