Surabaya, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menggelar kegiatan GEBRAK GIZI (Gebrakan Bersama Cegah Risiko Stunting melalui Edukasi Gizi) di RW 05, Kelurahan Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang kesehatan yang berfokus pada edukasi stunting serta pentingnya pemenuhan gizi.
Penyuluhan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting, faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, serta pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan anak. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar lebih mudah dipahami warga.
Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan pengertian stunting, faktor risiko, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Warga juga diajak memahami bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini dan membutuhkan perhatian dari keluarga.
“Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Perhatian terhadap gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang anak perlu dilakukan sejak awal,” ujar salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 7 UNUSA.
Selain membahas pencegahan stunting, kegiatan ini menekankan pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang bagi anak. Pemenuhan kebutuhan gizi dipaparkan sebagai salah satu hal yang perlu menjadi perhatian keluarga untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan pola hidup bersih dan sehat. Aspek kesehatan dan lingkungan disebut turut berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Penyuluhan GEBRAK GIZI tidak hanya berisi penyampaian informasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami persoalan stunting secara lebih dekat. Melalui edukasi, warga diharapkan dapat mengenali faktor risiko dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
“Harapannya, setelah mengikuti penyuluhan ini masyarakat bisa semakin memahami pentingnya gizi dan kesehatan anak. Informasi yang diperoleh juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 7 UNUSA, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting di lingkungan RW 05. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting karena keluarga memiliki peran besar dalam memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak.
Kegiatan tersebut melengkapi rangkaian program kesehatan yang dilaksanakan mahasiswa selama berada di Krembangan Utara. Melalui pendekatan edukasi, mahasiswa berupaya menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
Stunting disebut sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Pencegahannya tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan mengenai gizi dan kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Program GEBRAK GIZI juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni Tujuan 2 Tanpa Kelaparan (Target 2.2) melalui edukasi pemenuhan gizi dan pencegahan berbagai bentuk malnutrisi termasuk stunting, serta Tujuan 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Target 3.2) melalui edukasi dan upaya pencegahan yang mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.