BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN UNP Gelar Edukasi Gizi di Polindes Baruh Bukit untuk Cegah Stunting

Mahasiswa KKN UNP Gelar Edukasi Gizi di Polindes Baruh Bukit untuk Cegah Stunting

BATUSANGKAR — Puluhan ibu dan balita memadati Polindes Jorong Baruh Bukit, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Jumat, dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP). Persiapan kegiatan ini dilakukan sehari sebelumnya, 9 Juli 2026, melalui peninjauan langsung di lapangan.

Dari hasil peninjauan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi seimbang, terutama protein hewani, masih rendah. Sejumlah orang tua disebut belum memahami bahwa pemenuhan nutrisi harian anak tidak hanya berpengaruh pada berat badan, tetapi juga berkaitan dengan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak. Kondisi ini dinilai menjadi perhatian, mengingat stunting masih menjadi persoalan di wilayah pedesaan.

Berangkat dari temuan itu, mahasiswa KKN UNP merancang program edukasi gizi sekaligus pembagian makanan sehat bergizi. Program ini juga dikaitkan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin 17 mengenai kemitraan, melalui kolaborasi mahasiswa dengan tenaga kesehatan polindes, kader posyandu, dan masyarakat setempat.

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam empat tahap agar layanan posyandu tetap berjalan tertib. Tahap pertama berupa registrasi, dengan pencatatan ibu dan balita di meja pendaftaran. Tahap kedua adalah pendataan tumbuh kembang anak melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala sebagai indikator awal untuk mendeteksi risiko stunting. Tahap berikutnya, mahasiswa membagikan makanan sehat berupa telur rebus dan puding atau agar-agar bergizi.

Bidan Desa Baruh Bukit mengapresiasi kolaborasi yang terjalin selama kegiatan. Ia menilai kehadiran mahasiswa membantu tenaga kesehatan dan kader posyandu, baik dalam teknis penimbangan serta pengukuran fisik balita, maupun dalam penyampaian edukasi stunting kepada masyarakat.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif mengenai bahaya stunting, pentingnya ASI eksklusif, cara mengolah MPASI bergizi dengan bahan lokal, serta pola asuh yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias. Seorang ibu balita di Jorong Baruh Bukit mengaku terbantu dengan penjelasan yang diberikan. Ia menyebut sebelumnya mengira pemberian nasi dan sayur sudah cukup, namun kini memahami pentingnya protein hewani seperti telur untuk mendukung pertumbuhan anak.

Bidan Desa Baruh Bukit menambahkan, pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting karena membutuhkan sinergi banyak pihak dan penyampaian edukasi yang dapat diterima masyarakat.

Ketua KKN UNP, Arvel Rafli, berharap informasi yang dibagikan tidak berhenti di polindes. Ia mendorong para ibu menerapkan panduan dalam brosur di rumah serta rutin memantau tumbuh kembang anak di posyandu. Menurutnya, pencegahan stunting dapat dilakukan secara konsisten melalui pemberian makanan bergizi dan pemantauan perkembangan anak.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Mahasiswa KKN UNP berharap program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dan dapat menginspirasi pihak lain untuk terlibat dalam upaya pencegahan stunting.