Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 15 Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkenalkan inovasi pengolahan tanaman rimpang menjadi jamu tradisional di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga tentang potensi rimpang yang selama ini lebih sering dimanfaatkan sebatas bumbu dapur. Dalam program tersebut, mahasiswa mengolah bahan seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak menjadi minuman kesehatan.
Proses pembuatan jamu dilakukan secara higienis dengan metode sederhana agar dapat dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat. Tahapannya meliputi pembersihan rimpang dengan mencuci hingga bersih, kemudian pemotongan dan perebusan untuk mengekstraksi sari, serta penambahan gula aren pada tahap akhir untuk meningkatkan cita rasa dan menambah energi alami.
Ketua KKN-PPM Kelompok 15, Hernawan, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami manfaat bahan yang tersedia di sekitar rumah. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa bahan-bahan di sekitar rumah memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap obat-obatan kimia untuk keluhan kesehatan ringan,” ujarnya kepada Info Aceh Utara, Minggu (25/1).
Jamu yang telah diolah kemudian didistribusikan kepada warga desa, termasuk Geuchik Desa Tanoh Anoe dan masyarakat setempat. Program ini disebut mendapat sambutan antusias dari warga yang ingin mempelajari teknik pengolahan herbal.
Salah satu anggota kelompok KKN, Dinda, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat berlanjut. “Kami berharap ini bukan sekadar kegiatan sekali jalan, melainkan menjadi kebiasaan baru bagi warga Desa Tanoh Anoe dalam menjaga kebugaran tubuh sehari-hari dengan memanfaatkan potensi alam lokal,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unimal Kelompok 15 menekankan bahwa inovasi dapat dimulai dari pemanfaatan bahan pangan fungsional yang tersedia di lingkungan sekitar.

