Sukoharjo, 18 Agustus 2026 — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Desa Jagan Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar program “Diversifikasi Pangan melalui Isi Piringku” sebagai upaya edukasi gizi bagi warga Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan berlangsung dalam rangkaian posyandu pada 4, 5, 7, 11, dan 12 Agustus 2026, dengan melibatkan mahasiswa KKN, kader posyandu, bidan desa, ibu balita, serta masyarakat lanjut usia (lansia).
Program ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dan komunikasi mahasiswa KKN dengan warga saat kegiatan sowan. Dari interaksi tersebut, mahasiswa menemukan masih ada masyarakat yang belum mengetahui perubahan pedoman gizi seimbang dari konsep “4 Sehat 5 Sempurna” menjadi “Isi Piringku”. Sejumlah warga, terutama lansia, masih menjadikan pedoman lama sebagai acuan dalam memilih makanan sehari-hari, padahal pedoman tersebut telah diperbarui.
Kondisi itu mendorong mahasiswa KKN, khususnya dari bidang Gizi, untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku. Edukasi ditujukan untuk menambah pengetahuan sekaligus mendorong penerapan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam penyediaan makanan keluarga.
Konsep Isi Piringku diperkenalkan sebagai panduan sederhana yang dapat diterapkan dalam sekali makan. Melalui konsep ini, masyarakat diajak memperhatikan proporsi makanan dengan mengutamakan keberagaman pangan serta keseimbangan antara makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada rasa kenyang, tetapi juga pada kualitas dan variasi makanan.
Ibu balita dipilih sebagai salah satu sasaran karena berperan dalam menentukan bahan, pengolahan, dan penyajian makanan di rumah. Sementara itu, lansia juga menjadi sasaran mengingat kelompok usia ini memiliki kebutuhan gizi yang perlu diperhatikan serta kebiasaan makan yang umumnya sudah terbentuk sejak lama.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai gizi seimbang dan Isi Piringku yang disampaikan mahasiswa KKN bidang Gizi. Materi disajikan secara interaktif dengan bahasa yang menyesuaikan peserta serta contoh makanan yang dekat dengan keseharian warga Desa Jagan. Peserta tidak hanya dikenalkan pada pembagian makanan dalam satu piring, tetapi juga diajak mengenali berbagai jenis bahan pangan yang dapat digunakan dalam menu harian.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa mengaitkan Isi Piringku dengan kebiasaan makan warga. Peserta diajak memahami bahwa penerapan gizi seimbang tidak harus bergantung pada makanan mahal atau sulit diperoleh. Bahan pangan di sekitar, termasuk hasil pertanian masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT), dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari menu sehari-hari selama diolah dan dikombinasikan secara beragam.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyusun Isi Piringku. Pada sesi ini, peserta diberi contoh dan diajak menentukan makanan yang dapat dimasukkan dalam satu piring agar lebih seimbang. Praktik menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya mendengar materi, tetapi juga mencoba menerapkan informasi yang diterima.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta menanyakan makanan yang biasa dikonsumsi dan cara menyesuaikannya dengan prinsip Isi Piringku. Diskusi berlangsung dua arah, sehingga mahasiswa dapat memahami kebiasaan makan peserta sekaligus memberi penjelasan sesuai kondisi yang dihadapi di rumah.
Antusiasme peserta terlihat dari perhatian selama materi berlangsung serta keterlibatan dalam praktik dan diskusi. Peserta juga aktif menceritakan kebiasaan makan yang selama ini dilakukan, sehingga kegiatan berjalan komunikatif dan tidak hanya berupa penyampaian satu arah.
Program “Diversifikasi Pangan melalui Isi Piringku” dilaksanakan di beberapa posyandu di Desa Jagan untuk menjangkau warga lebih luas. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi sarana mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi serta kebiasaan pangan di lingkungan desa.
Bagi mahasiswa KKN, program ini menjadi pengalaman menerapkan ilmu perkuliahan di masyarakat. Mahasiswa bidang Gizi menyesuaikan materi dengan karakteristik sasaran melalui penggunaan bahasa sederhana, contoh makanan yang mudah ditemukan, serta praktik langsung agar pesan gizi lebih mudah diterima.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan potensi pangan Desa Jagan yang memiliki sumber daya pertanian dan KWT yang dapat mendukung diversifikasi pangan di tingkat rumah tangga. Keberadaan bahan pangan lokal dipandang dapat menjadi sumber makanan yang dikombinasikan dalam menu harian. Melalui edukasi Isi Piringku, masyarakat diharapkan tidak bergantung pada satu jenis pangan, melainkan memanfaatkan ragam bahan yang tersedia di sekitar.
Diversifikasi pangan dinilai penting karena pemenuhan gizi tidak cukup hanya dari satu atau beberapa jenis makanan. Tubuh membutuhkan beragam zat gizi yang diperoleh dari berbagai sumber pangan. Dengan mengombinasikan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah, masyarakat dapat lebih mudah menerapkan pola makan yang beragam dan seimbang.
Penerapan prinsip gizi seimbang diharapkan dapat dimulai dari keluarga. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu mengenai Isi Piringku, keputusan terkait pembelian bahan, menu yang dimasak, dan makanan yang disajikan diharapkan semakin mempertimbangkan aspek gizi, bukan semata selera atau kebiasaan.
Bagi keluarga yang memiliki balita, pola makan yang beragam dan seimbang juga dipandang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi gizi seimbang diharapkan menjadi langkah preventif dalam membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak serta mendukung upaya pencegahan masalah gizi, termasuk stunting.