BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN Undip di Desa Jambanan Gelar Edukasi Gizi Interaktif untuk Cegah Stunting

Mahasiswa KKN Undip di Desa Jambanan Gelar Edukasi Gizi Interaktif untuk Cegah Stunting

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar talkshow edukasi gizi anak bersama ibu-ibu PKK di Desa Jambanan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang sekaligus pencegahan stunting melalui pendekatan yang lebih interaktif.

Program tersebut mengusung semangat SDGs poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Alih-alih menggunakan pola sosialisasi satu arah, mahasiswa KKN mengemas edukasi dalam format diskusi dan permainan edukatif bertajuk “Mitos atau Fakta” yang menggunakan kartu berisi pernyataan seputar gizi anak.

Inovasi permainan ini digagas oleh Yudhis Aditya Maulidin, mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Undip. Ia merancang prototype kartu edukasi sebagai media belajar sekaligus sarana diskusi bagi peserta.

Menurut Yudhis, metode yang melibatkan peserta secara langsung dinilai dapat membuat penyampaian informasi kesehatan lebih ringan dan menyenangkan. “Saya melihat bahwa selama ini sosialisasi sering kali dilakukan dengan metode ceramah satu arah. Padahal, ibu-ibu PKK adalah orang-orang yang sibuk dan membutuhkan cara belajar yang ringan, tetapi tetap bermakna. Makanya saya buat media ini agar mereka bisa sambil bermain sekaligus mendapat pemahaman yang benar tentang gizi,” ujar Yudhis, Senin (10/8/2026).

Dalam talkshow, peserta terlebih dahulu memperoleh penjelasan mengenai pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak serta dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah itu, peserta diajak mengikuti permainan “Mitos atau Fakta”. Setiap pernyataan dibacakan, kemudian peserta menentukan apakah informasi tersebut termasuk mitos atau fakta.

Permainan dirancang untuk mendorong diskusi dan pertukaran pendapat sebelum peserta memutuskan jawaban. Setiap jawaban kemudian dibahas bersama, termasuk penjelasan untuk meluruskan informasi yang dinilai kurang tepat. Melalui metode ini, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak berpikir kritis dalam memilah informasi seputar gizi anak yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menghasilkan dua capaian utama, yakni tersusunnya prototype media edukasi interaktif kartu “Mitos atau Fakta” tentang gizi serta terlaksananya edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting yang diikuti ibu-ibu PKK Desa Jambanan dengan antusias.

Yudhis berharap media edukasi tersebut tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan sederhana dan partisipatif, mahasiswa KKN Undip berupaya membuka ruang dialog agar warga lebih aktif memahami dan menerapkan informasi gizi dalam kehidupan sehari-hari.