BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Nugget Ikan Daun Kelor untuk Dorong Diversifikasi Pangan di Desa Bungayo

Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Nugget Ikan Daun Kelor untuk Dorong Diversifikasi Pangan di Desa Bungayo

Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Ekspedisi Togean berupaya menggali potensi kuliner lokal dengan mengembangkan nugget ikan berbahan tambahan daun kelor. Inovasi ini diarahkan untuk mengolah sumber daya lokal yang selama ini dimanfaatkan secara sederhana menjadi produk pangan bergizi, praktis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Salah satu mahasiswa KKN UGM Ekspedisi Togean, Nadya Hapsari, menjelaskan bahwa daun kelor dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan bergizi yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Ia menyebut daun kelor mengandung protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalsium, zat besi, kalium, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Inovasi pengolahan ini tidak hanya meningkatkan daya tarik dan nilai jual daun kelor, tetapi juga memperluas diversifikasi pangan berbasis potensi lokal, mendukung ketahanan pangan, serta membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Nadya.

Nadya memaparkan sejumlah bahan yang digunakan dalam pembuatan nugget ikan daun kelor, antara lain 200 gram daging ikan giling, 50 gram daun kelor yang sudah dihaluskan, 100 gram tepung terigu, tepung panir, 100 gram tepung tapioka, dua putih telur, serta bumbu seperti bawang putih bubuk, lada, dan garam.

Dalam proses pengembangan, kata Nadya, tim KKN menghadapi tantangan pada tahap uji coba. Kendala utama adalah menemukan komposisi yang tepat antara tepung, daging ikan giling, dan daun kelor agar nugget memiliki cita rasa yang pas serta tidak berbau amis.

“Trial and error pembuatan nugget ikan daun kelor terdapat sedikit kendala. Di antaranya adalah membuat komposisi yang pas antara takaran tepung, daging ikan giling dan daun kelor sehingga nugget yang dihasilkan memiliki cita rasa yang pas dan tidak berbau amis. Dengan adanya inovasi nugget ikan daun kelor ini, semoga warga Desa Bungayo dapat melaksanakan diversifikasi pangan dan ide bisnis yang berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Karang Taruna Desa Bungayo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Nurmin, menilai inovasi tersebut menjawab sejumlah persoalan di desa, seperti pemanfaatan daun kelor yang masih terbatas dan minimnya diversifikasi produk pangan lokal. Ia juga menyebut adanya tantangan lain, yakni sulitnya memadukan potensi ikan lokal dengan komoditas lokal lainnya serta rendahnya konsumsi sayuran pada anak-anak.

“Pemanfaatan daun kelor menjadi nugget ikan daun kelor memberikan inovasi yang sangat kreatif untuk warga Desa Bungayo, terlebih lagi pengolahan lanjutan dari daun kelor masih sangat kurang sehingga inovasi yang diberikan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM sangat bermanfaat untuk ide jualan atau UMKM,” kata Nurmin.