BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN-T Umsida Jalankan PMT untuk Balita dan Layanan Kesehatan Lansia di Kedungsukodani

Mahasiswa KKN-T Umsida Jalankan PMT untuk Balita dan Layanan Kesehatan Lansia di Kedungsukodani

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 29 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menginisiasi program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita di Desa Kedungsukodani, Kabupaten Sidoarjo. Program bertajuk “PMT Sehat, Balita Hebat” ini digelar di Posyandu Pos 1 Dusun Sukodani sebagai upaya pencegahan masalah gizi pada anak usia dini di tengah masih tingginya perhatian terhadap stunting.

Kegiatan yang berjalan sejak pertengahan 2026 itu menyasar 60 balita usia 0 hingga 2 tahun. Dalam dua pertemuan pada 11 Juli dan 8 Agustus 2026, tercatat 58 balita hadir dan menerima PMT.

Menu PMT dibuat berbeda pada tiap sesi. Pada pertemuan pertama, balita mendapat puding susu rasa jagung dengan potongan buah jeruk. Pada pertemuan kedua, menu berganti menjadi bubur sumsum hangat disertai pisang sebagai camilan.

Tim mahasiswa menyusun menu dengan mempertimbangkan kandungan gizi, keamanan bagi pencernaan balita, serta ketersediaan bahan di sekitar desa. Jagung, pisang, dan jeruk dipilih karena mudah didapat, sekaligus untuk menunjukkan bahan pangan lokal dapat diolah menjadi makanan bergizi.

Selain pemberian PMT, posyandu di Dusun Sukodani menjalankan alur layanan balita yang terstruktur. Tahapannya meliputi pendaftaran dengan menyerahkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pengukuran fisik (berat badan, tinggi atau panjang badan, serta lingkar kepala), pencatatan hasil pada Kartu Menuju Sehat (KMS) yang sebagian mulai beralih ke sistem digital, penyuluhan singkat dari kader terkait gizi seimbang, ASI eksklusif, dan pengenalan MPASI kaya protein serta sayuran, hingga pelayanan kesehatan lanjutan oleh bidan atau perawat termasuk imunisasi sesuai jadwal dan pemberian kapsul vitamin A.

Posyandu tersebut juga melayani lansia dengan rangkaian pemeriksaan kesehatan. Layanan lansia mencakup pendaftaran mandiri, pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, serta tes cepat gula darah atau kolesterol. Para lansia juga mengikuti senam ringan, menerima penyuluhan gizi khusus lansia seperti anjuran rendah garam dan gula, pembagian PMT lansia, serta konsultasi kesehatan bersama petugas medis.

Program ini didukung Pemerintah Desa Kedungsukodani sebagai mitra utama yang memberikan izin, menyediakan tempat kegiatan di Posyandu Pos 1, dan membantu pendataan sasaran. Kader posyandu turut mengoordinasikan jadwal agar warga dapat datang sesuai waktu yang ditentukan.

Di lapangan, kendala utama yang muncul adalah ketidakkonsistenan kehadiran balita. Sejumlah orang tua tidak selalu bisa membawa anak ke posyandu karena pekerjaan, cuaca, atau lupa jadwal. Kondisi ini membuat jumlah penerima PMT pada hari pelaksanaan menjadi 58 dari 60 sasaran yang direncanakan. Untuk mengatasinya, tim mahasiswa berkomunikasi melalui grup WhatsApp dan sesekali mendatangi rumah warga untuk mengingatkan jadwal.

Ke depan, mahasiswa KKN-T Kelompok 29 berencana melanjutkan pemberian PMT pada pekan-pekan berikutnya mengikuti jadwal posyandu. Mereka juga menyiapkan dokumentasi, berita acara, dan logbook sebagai bagian dari pelaporan program hingga akhir masa KKN.

Tim KKN berharap program PMT berbahan lokal dapat berlanjut setelah masa KKN berakhir. Mereka mendorong agar pemerintah desa dan kader kesehatan dapat meneruskan kegiatan secara berkala, termasuk kemungkinan penganggaran melalui dana desa, sehingga upaya pemenuhan gizi balita dan penguatan layanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih konsisten.