SIDRAP, 30 Juli 2026 – Upaya pencegahan stunting dinilai perlu dimulai sejak masa kehamilan, bukan hanya setelah bayi lahir. Berangkat dari pemahaman tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas), Ahmad Muflih Ramadhan, menggelar program kerja individu bertajuk NUTRIVISION: Edukasi Nutrisi Terpadu tentang Isi Piringku bagi Ibu Hamil.
Kegiatan berlangsung di Rumah Gizi Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026), dan diikuti para ibu hamil. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan sebagai fondasi kesehatan ibu serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
Dalam pelaksanaannya, NUTRIVISION dirancang sebagai edukasi promotif dan preventif. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep Isi Piringku, kebutuhan zat gizi selama kehamilan, serta pentingnya pencegahan stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Peserta juga didorong untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ahmad Muflih Ramadhan menekankan bahwa status gizi ibu hamil berperan penting bagi kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi seimbang tidak harus mahal, namun perlu tepat sesuai kebutuhan, agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta terkait gizi ibu hamil, konsep Isi Piringku, dan pencegahan stunting. Setelah itu, peserta mengikuti sesi edukasi interaktif melalui presentasi, diskusi, dan tanya jawab mengenai kebutuhan zat gizi makro dan mikro selama kehamilan, penyusunan menu bergizi seimbang, hingga dampak kekurangan gizi terhadap ibu dan janin.
Diskusi berlangsung aktif. Para peserta mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai pola makan selama kehamilan, serta mendiskusikan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga.
Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah mengikuti rangkaian edukasi, yang disebut mencerminkan efektivitas metode penyuluhan yang digunakan.
Program NUTRIVISION juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui upaya peningkatan status gizi ibu hamil dan pencegahan malnutrisi, serta Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini turut disebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan.
Melalui edukasi tersebut, para ibu hamil di Desa Passeno diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang berdasarkan konsep Isi Piringku dan mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak kehamilan.