Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Lainungan menggelar program edukasi gizi seimbang bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan bertajuk Petualangan Makanan Ajaib: Belajar Gizi Seimbang dengan Seru untuk Tumbuh Sehat dan Hebat ini dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di SDN 1 Lainungan dan 30 Juli 2026 di SDN 3 Lainungan.
Program tersebut diinisiasi Annisa Resta Aprilia Putri Wardani, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas. Kegiatan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III tentang pentingnya gizi seimbang melalui metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami.
Total peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 54 siswa, terdiri atas 21 siswa dari SDN 1 Lainungan dan 33 siswa dari SDN 3 Lainungan. Mahasiswa menilai pemahaman gizi seimbang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar sebagai bekal membangun kebiasaan makan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai gizi seimbang. Peserta kemudian mengikuti dongeng interaktif “Petualangan Bimo” yang menekankan pentingnya sarapan dan memilih makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap berenergi serta dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
Melalui cerita tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep Isi Piringku sebagai panduan menyusun menu makan yang sehat dan seimbang. Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga menyaksikan video edukasi tentang Isi Piringku yang menampilkan contoh pembagian makanan sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi yang mencakup pengertian gizi seimbang, manfaat makanan bergizi bagi pertumbuhan dan kesehatan, kelompok makanan dalam konsep Isi Piringku, pentingnya sarapan, serta 10 pesan gizi seimbang.
Materi kemudian diterapkan melalui permainan edukatif menyusun bekal sehat untuk tokoh Bimo. Siswa dibagi ke beberapa kelompok dan diminta memilih serta menyusun kombinasi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah agar sesuai dengan prinsip Isi Piringku.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti rangkaian pembelajaran. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah kepada kelompok yang aktif berpartisipasi serta berhasil menyusun bekal sehat sesuai prinsip gizi seimbang.
Annisa menyampaikan bahwa edukasi gizi lebih mudah dipahami anak jika disampaikan dengan cara menyenangkan dan melibatkan mereka secara aktif. “Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi ketika belajar sambil bermain. Melalui program Petualangan Makanan Ajaib, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui apa itu gizi seimbang, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kebiasaan makan sehari-hari, mulai dari membiasakan sarapan hingga memilih menu yang sesuai dengan konsep Isi Piringku,” ujarnya.
Mahasiswa KKN-PK Unhas berharap kegiatan ini dapat membantu siswa memahami pentingnya gizi seimbang sejak dini dan membiasakan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program tersebut juga disebut sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas, serta berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) dan Tujuan 4 (Quality Education).