Mahasiswa KKN Kolaboratif di Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, menggelar penyuluhan Posyandu terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta edukasi gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendekatkan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan dan pemahaman gizi.
Penyuluhan dilaksanakan pada 31 Juli dan 5 Agustus 2026. Kegiatan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Desa, kader posyandu, serta ibu-ibu Desa Kalisari.
Dalam sesi Posyandu 6 SPM, para kader mendapatkan informasi mengenai transformasi posyandu dari ILP menuju 6 SPM. Transformasi tersebut mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Selain itu, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai 1000 HPK yang disebut sebagai masa emas tumbuh kembang anak, mencakup sembilan bulan kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Pada periode ini, orang tua didorong memberi perhatian khusus pada asupan gizi dan stimulasi untuk mendukung perkembangan kecerdasan anak.
Materi penyuluhan juga memuat penyesuaian asupan berdasarkan usia anak, mulai dari ASI eksklusif pada usia 0–6 bulan, dilanjutkan MPASI pada usia 6–12 bulan, serta makanan keluarga untuk anak usia 12 bulan ke atas dengan penyesuaian porsi dan menghindari rasa yang terlalu tajam. Dalam kegiatan tersebut, MPASI yang dicontohkan antara lain bolu pisang dan puding jagung.
Mahasiswa KKN turut menyusun video pembuatan MPASI berupa puding jagung dan bolu pisang kukus. Video itu ditayangkan bersamaan dengan penyuluhan 1000 HPK. Seusai penayangan, mahasiswa berdiskusi dengan kader dan ibu-ibu mengenai sejumlah persoalan makan pada anak, seperti gerakan tutup mulut, anak yang hanya menyukai satu jenis makanan, serta kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan.
Kelompok KKN Kolaboratif berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Edukasi mengenai Posyandu 6 SPM dan 1000 HPK diharapkan menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan dan asupan gizi berkualitas sejak dini.